Sabtu, 23 Juli 2005BI
Hidayatullah.com–Dewan Hubungan Islam-AS (CAIR) menuntut permohonan maaf dari seorang anggota Kongres AS yang dianggap telah melecehkan agama Islam. Seperti dikutip kantor berita Reuters dan CNN, beberapa saat lalu, Tom Tancredo, anggota Kongres AS dari Partai Republik tanggal 14 Juli lalu dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun radio sempat mengatakan, “Jika Amerika diserang, kita bisa membalas dengan menyerang kota-kota suci Islam seperti Mekah,” ujarnya kala itu.
Kontan pernyataan Tancredo ini membuat gusar banyak warga Muslim di seluruh dunia. Pernyataannya yang amat provokatif itu tak urung membuat Dewan Hubungan Islam-AS (CAIR) hari Rabu, lalu merilis statemen yang menuntut Tom Tancredo untuk meminta maaf atas pernyataan tersebut.
CAIR mengaku bahwa para pejabat di lembaga ini sedang melakukan lobi dengan para pemimpin masyarakat muslim Colorado untuk mengadakan pertemuan dengan Tom Tancredo. Namun juru bicara anggota Kongres dari kubu Republik ini menolak untuk bertemu dengan para pemuka warga muslim AS.
Pernyataan Tancredo yang provokatif dan sarat dengan pelecehan terhadap Islam juga dikecam oleh James Zagbe, ketua Yayasan Arab-Amerika.
Selain menuntut Tancredo untuk meminta maaf, Zagbe juga mengatakan, “Perkataan yang tidak bertanggung semisal pernyataan Tancredo hanya akan memperlebar jurang pemisah antara AS dan Dunia Islam.” (irib)