Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Baru Arab Larang Cium Tangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2005 02:39
Bagikan
Bagikan

Rabu, 14 September 2005     

Hidayatullah.com— Larangan cium tangan dikeluarkan Raja Abdullah setelah dirinya merasa risi dengan kebiasaan warganya itu. Maklumat itu menjadi headline media massa di Arab Saudi pada Senin (11/9). Selama ini, cium tangan sudah menjadi tradisi, terutama cium tangan kepada Raja dan keluarga kerajaan. Di Indonesia, tradisi cium tangan juga telah berkembang pada sebagian masyarakat.

Abdullah yang bertakhta sejak 1 Agustus lalu itu terkenal sebagai sosok rendah hati tersebut menyatakan bahwa penghormatan semacam itu hanya patut diberikan kepada orang tua.

"Saudara-saudara, ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda semua. Mencium tangan adalah kebiasaan yang tidak sesuai dengan norma dan etika masyarakat kita. Lebih jelasnya, hal tersebut mengarah pada penyembahan yang bertentangan dengan hukum Tuhan sebagai satu-satunya yang layak menerima penyembahan," katanya.

Larangan itu disampaikan Abdullah saat menerima delegasi bangsawan, pejabat, dan para tokoh Arab Saudi di Istana Al Salam, Jeddah, Minggu (10/9).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedatangan delegasi bangsawan dan tamu-tamu terhormat itu untuk mengucapkan selamat kepada Abdullah yang telah dilantik sebagai Raja Arab Saudi menggantikan Fahd yang wafat Agustus 2005. Dalam acara itu, Raja Abdullah benar-benar menolak bila tamunya hendak mencium tangannya.

Alasan melarang tradisi cium tangan tidak hanya itu. Menurut Abdullah, cium tangan juga membuat orang tunduk. "Ini melanggar ajaran Allah (Islam), sebab tunduk hanya boleh dilakukan kepada Allah. Karena itu, saya sampaikan dengan tegas penolakan cium tangan ini, dan saya meminta siapa pun tidak mencium tangan siapa pun, kecuali terhadap orang tuanya, sebagai tanda ketaatan."

Abdullah berbicara di hadapan delegasi bangsawan Al-Baha yang sowan ke istana. Delegasi bangsawan itu berkunjung ke istana untuk mengucapkan selamat atas penobatan Abdullah.

Dalam istana kerajaan di Jeddah, Laut Merah itu, Abdullah menegaskan kepada masyarakat untuk tidak lagi mencium tangannya dan anggota kerajaan lain. Mencium tangan hanya boleh dilakukan anak kepada orang tua sebagai bentuk pengabdian mereka.

Sebelumnya, sebagian besar masyarakat terbiasa mencium tangan anggota kerajaan saat berkunjung. Sementara itu, anggota kerajaan yang lebih muda juga mencium tangan kerabat mereka yang lebih tua.

Di Indonesia, tradisi cium tangan sering terjadi pada ikatan keluarga, antara orangtua dan anak, dan keluarga tertua dengan yang lebih mudah. Tradisi ini juga dikembangkan kalangan NU sebagai penghormatan pada para kiai. (afp/rtr/ant/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 21 Tahun Tragedi Tanjung Priok
Tulisan selanjutnya Perang “Melawan Teror” AS Hanya Sedikit Selamatkan Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?