Rabu, 26 Oktober 2005
Hidayatullah.com—Korban tewas dari pasukan AS di Iraq dikabarkan mencapai 2000 nyawa. Penggenapan ke angka itu terjadi ketika kemarin diumumkan kematian dua anggota Marinir dalam pertempuran di Baghdad. "Militer AS menyebut dua lagi anggota Marinir tewas," kata CNN.
Namun berdasarkan hitungan AP, korban tewas itu 1.999 tentara. Begitu juga AFP mencatat angka yang sama. Situs Pentagon sendiri mencatat pada pukul 14.00 GMT (21.00 WIB) menyebut korban tewas 1.991 tentara.
Makin banyaknya korban tewas di pihak AS itu seiring dengan kian tidak populernya perang Iraq.
Banyak yang makin yakin, bahwa itu kesalahan pemerintahan Bush menginvasi negeri itu. Polling Harris Interactive yang dirilis di The Wall Street Journal menyatakan, 53 persen (mayoritas) orang AS menyebut perang Iraq adalah kesalahan. Sebanyak 44 persen menyebut situasi Iraq memburuk, dibandingkan 19 persen yang menyebut membaik.
Perang Iraq Salah
Mayoritas warga Amerika percaya perang Iraq adalah "hal salah yang dilakukan", ujar kesimpulan Harris Interactive.
Persentase penduduk yang menentang invasi pimpinan AS di negara kaya minyak sejak Maret 2003 meningkat dari jumlah 46 persen dalam sebuah polling paralel September lalu. Meningkat di atas 50 persen untuk pertama kali sejak survai mulai dilakukan.
Setahun sebelumnya, September 2004, kedua pihak berada sejajar di posisi 43 persen. Polling terakhir juga memperlihatkan 66 persen warga Amerika percaya Presiden George W. Bush melakukan pekerjaan "jelek" atau "kurang bagus" dalam mengatasi masalah Irak, jika dibandingkan 32 persen yang memilih pekerjan Bush "sangat baik atau "cukup bagus". (afp/ap/cha)