Ahad, 4 Desember 2005
Hidayatullah.com–Koran Inggris The Guardian memberitakan kehadiran sejumlah besar petugas rahasia badan-badan intelijen Israel di Iraq utara. The Guardian edisi Jumat menulis, sejumlah besar petugas yang menyusup ke Iraq utara sebagai pekerja di berbagai perusahaan asing, melatih para milisi Kurdi di sebuah markas militer rahasia di kawasan terpencil di Iraq utara.
Ali Al-Adib, anggota Majlis Nasional Iraq, beberapa hari lalu memberitakan kehadiran petugas-petugas badan intelijen zionis (MOSSAD) di Iraq, dan keterlibatan mereka dalam berbagai aksi teror di negara ini.
Ia mengatakan, para intel MOSSAD ini, aktif di balik kedok berbagai organisasi dan yayasan, untuk menciptakan perselisihan etnis dan agama di Iraq.
Beberapa media massa negara-negara Arab juga berkali-kali telah membeirtakan aktifitas badan intelijen zionis di Iraq.
Cederai Warga Palestina
Sementara itu, pasukan militer zionis mencederai puluhan warga Palestian dan sejumlah warga asing yang memprotes pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat Sungai Jordan.
Sumber-sumber berita Palestina melaporkan, pasukan militer Israel, Jumat kemarin, menyerang para pemprotes pembangunan tembok aphrteid zionis di desa Bal’ain dengan menembakkan peluiru-peluru plastik dan gas pemedih mata.
Sejak bulan Februari, setiap hari Jumat, desa Bal’ain selalu menjadi ajang demonstrasi dan protes terhadap pembangunan tembok ini, perampasan tanah milik warga Palestina dan penangkapan warga desa.
Hanya di desa Bal’ain, rezim zionis telah merampas 100 hektar tanah milik warga kawasan ini untuk membangun tembok pemisah.
Laporan lain mengatakan, pasukan militer zionis, kemarin, memukuli dan menganiaya sejumlah warga Palestina di salah satu pusat pemungutan suara gerakan Fatah, di pemukiman Zita, bagian utara Tulkaram, Tepi Barat Sungai Jordan. (irib/cha)