Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Proyek Sia-Sia Amerika di Penjara Khan Bani Saad

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2008 07:22
Bagikan
Bagikan

ImageHidayatullah.com—Lihatlah cara mudah Amerika "buang-buang" duit. Contohnya adakah kompleks Penjara Khan Bani Saad, utara Baghdad, Iraq. Proyek milik Amerika Serikat (AS) yang konon pembangunannya menelan USD 40 juta (sekitar Rp 364,5 miliar) itu telantar. Tak seorang narapidana pun yang dikurung di sana.

"Kompleks itu kini tak lebih dari monumen di padang pasir yang tidak akan pernah difungsikan sebagai penjara," papar Stuart Bowen, inspektur jenderal khusus untuk rekonstruksi Iraq, kemarin (28/7). Selain menjadi simbol kesia-siaan, Penjara Khan Bani Saad yang kosong tanpa penghuni tersebut merupakan bukti tidak matangnya perencanaan Gedung Putih. Terutama terkait dengan proyek-proyek pembangunan di Iraq, negara yang sudah empat tahun ini mereka invasi.

Namun, pemerintahan Presiden George W. Bush tidak mau disebut ceroboh. Disorot karena banyaknya dana yang dihabiskan dalam proyek sia-sia itu, mereka lantas menyeret Parsons Construction Group sebagai pemenang tender. Perusahaan yang berkantor pusat di Pasadena, California, tersebut dinyatakan tidak becus mengurus proyek pemerintah.

"Investasi USD 40 juta yang ditanamkan dalam proyek ini tidak menghasilkan apa pun. Memang, ada bagian yang bisa difungsikan. Tapi, sebagian besar gagal," seru Bowen.

Lebih lanjut, Bowen mengatakan bahwa Penjara Khan Bani Saad hanyalah salah satu contoh produk gagal AS dalam upaya merekonstruksi Iraq. Dia menyatakan, sekitar 20 persen dana rekonstruksi dan pemulihan Iraq atau lebih dari USD 4 miliar (sekitar Rp 36,4 triliun) terbuang percuma. Sama sekali tidak ada aktivitas manusia di kompleks tersebut. Lorong-lorong yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas tahanan dan para petugas penjara kini hanya dipadati sarang-sarang burung.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepala Dewan Kota Khan Bani Saad Sayyed Rasoul al-Husseini menyebut kompleks penjara tersebut sebagai monster. "Ini (Penjara Khan Bani Saad) telah menjelma menjadi monster besar yang menelan banyak uang dan harapan," tandasnya. Di awal pembangunannya, pemerintahan Bush menjanjikan sedikitnya 1.200 pekerjaan baru untuk warga Iraq di kompleks tersebut. Kini harapan itu sia-sia belaka.

Kompleks yang terletak tidak jauh dari bekas kamp militer Saddam Hussein tersebut benar-benar tidak bisa lagi difungsikan.

"Saya sering melewati bangunan itu dan berharap ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya," kata Husseini. Namun, tidak banyak yang ditawarkan bangunan telantar itu sekarang. Kompleks hunian jelas tidak akan bisa bertahan di kawasan padang gersang tersebut. Apalagi, kualitas bangunan yang kurang memadai justru bisa mengancam nyawa penghuninya kelak.

"Sebagian tembok begitu rapuh dan bisa runtuh sewaktu-waktu. Tapi, ada sebagian blok sel yang cukup bagus. Mungkin, sisi tersebut bisa disulap menjadi pabrik," paparnya. Tapi, dia tidak begitu yakin dengan ide tersebut. Apalagi, kontraktor yang membangunnya sudah meninggalkan Iraq sekitar dua tahun lalu. Sejak mulai membangun kompleks itu, mereka juga terlibat sejumlah konflik dengan pemerintah. Karena itu, penjamin kualitas bangunan yang bisa menampung hingga 1.800 tahanan tersebut tidak ada. [ap/jp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Bangkit, Pejabat Anggota NATO Datangi Afghanistan
Tulisan selanjutnya Mahmood Abbas Tangkapi Mufti dan Imam Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?