Hidayatullah.com–Sumber-sumber pemberitaan melaporkan, Zionis-Israel menaruh perhatian khusus pada kawasan utara Iraq. Koran Al-Bayyinah al-Jadidah dalam laporannya menulis, warga Zionis yang berasal dari Iraq ketika kembali ke negara mereka menaruh perhatian besar ke kawasan Kirkuk, Iraq utara. Bahkan, warga Zionis bersedia membeli tanah di kawasan tersebut dengan harga lima kali lipat lebih mahal dari harga yang sebenarnya.
Sejak dimulainya pendudukan atas Iraq, bau “infilitrasi” Zionis-Israel di negara ini terus meningkat. Basis kekuatan Zionis-Israel bermuara pada daerah utara Iraq, khususnya Kurdistan.
Berdasarkan laporan yang ada, 900 anasir Badan Intelijen Zionis-Israel (Mossad) yang berlindung di balik perusahan-perusahaan fiktif berbondong-bondong masuk ke kawasan Iraq, sejak invasi AS ke Iraq pada tanggal 9 April 2003.
Disebutkan pula, 400 orang dari anasir Mossad memilih bertempat tinggal di Kirkuk. Menurut sumber-sumber pemberitaaan, sebagian anasir tersebut adalah sekelompok warga Kurdi yang pada tahun 1996, Badan Intelijen AS (CIA) memindahkan mereka ke pulau Guam.
Ratusan warga Zionis yang berbondong-bondong mendatangi Iraq, beberapa kali, terbukti terlibat dalam aksi teror atas tokoh-tokoh politik, agama dan akademi Iraq. Bahkan aksi-aksi kekerasan di Iraq seringkali dinilai tidak pernah lepas dari peran warga Zionis di Iraq yang mempunyai hubungan dekat dengan Mossad.
Penyebarluasan friksi antarsuku dan kelompok adalah di antara aktivitas Zionis-Israel di Iraq. Hingga kini, warga Zionis dengan membentuk regu teror, telah membantai 600 ilmuwan Iraq.
Dalam laporan Kementerian Luar Negeri AS yang dirilis beberapa pekan lalu, sejumlah pejabat AS dan Iraq membantu regu-regu teror Zionis-Israel di Iraq. Berdasarkan data yang ada, terdapat seribu nama elit cendekiawan dalam daftar incaran regu teror Zionis-Israel.
Disebutkan, 350 ilmuwan nuklir dan 300 dosen Iraq yang nama mereka tercantum dalam daftar incaran regu teror Zionis, tewas secara tidak wajar.
Pendudukan atas Iraq telah memberikan peluang kepada Zionis-Israel untuk mengoptimalkan aktivitasnya di Iraq di bawah naungan militer AS. Zionis-Israel juga berupaya memenuhi sebagian kebutuhan bahan bakarnya dari minyak Iraq. Pengoperasian kembali jalur pipa Mosul-Haifa merupakan salah satu harapan Zionis-Israel. Lebih dari itu, pencarian pasar untuk penjualan barang-barang Israel juga mendorong rezim ini menaruh porsi perhatian berkali lipat ke Iraq.
Keterkucilan Zionis-Israel selama 60 tahun di tengah negara-negara Arab memaksa rezim ini menginfiltrasi Iraq. Dengan harapan dapat keluar dari keterkucilan tersebut, Zionis-Israel mengirimkan warga-warganya ke Iraq dan membeli kawasan strategis di Iraq dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga yang sebenarnya.
Meski Rezim Zionis-Israel berupaya menginfiltrasi Iraq, tapi rakyat negeri Kisah 1001 Malam bersama bangsa Arab lainnya tetap memandang Zionis-Israel sebagai rezim penjajah. Bahkan mereka menghendaki pemboikotan atas barang-barang Israel dan memutus hubungan dengan rezim ini. [irb/cha/hidayatullah.com]
Keterangan: Rabbi David Lapp, Direktur JCC Association’s JWB Jewish Chaplains Council memberikan penyematan tiga rabbi Yahudi yang akan dikirim bertugas di Wilayah Iraq. [jcca]