George Bush segera pensiun minggu depan. Ada nada kecewa sebagian cita-cita nya dianggap gagal. Tetap cuek dan tak peduli!
Hidayatullah.com–Dalam jumpa pers terakhir sebagai presiden yang mencakup beragam masalah, George W Bush tetap membela kebijakannya terkait “terorisme”. Ia hanya mengakui ada sejumlah kesalahan.
Berbicara kepada wartawan untuk terakhir kalinya beberapa hari sebelum mengakhiri jabatannya, George Bush kadang-kadang tampak seperti George Bush yang dulu. Suka menantang dan kadang-kadang mencoba membela diri, namun ada juga nada baru yang lebih menerima bahwa ada hal-hal yang salah.
Bush menjawab pertanyaan wartawan mengenai skandal penganiayaan di penjara Abu Ghraib dan runtuhnya alasan utama yang dia gunakan untuk memerangi Saddam Hussein.
“Ada sejumlah kekecewaan,” kata Bush. “Abu Ghraib jelas merupakan sebuah kekecewaan selama masa jabatan saya. Dan tidak adanya senjata pemusnah massal juga merupakan kekecewaan besar. Terserah Anda apakah Anda ingin menyebut ini kesalahan atau tidak, namun yang terjadi tidak sesuai dengan rencana, katakan saja begitu.”
Akan tetapi dalam sejumlah masalah tertentu, terutama dalam tanggapan menyeluruhnya terhadap serangan teroris atas Amerika, presiden Bush bersikeras mengatakan, dia tidak khawatir sejumlah keputusan yang dia ambil untuk melindungi Amerika menyebabkan dia tidak populer.
Dia menambahkan, para pengamat boleh mengatakan apa saja.
“Sebagian dari mereka tidak menyukai saya dan saya memahaminya. Para penulis dan orang-orang lainnya, seperti Anda tahu,” ulas Bush.
“Tidak masalah bagi saya dan ini adalah bagian dari resiko. Saya lebih khawatir mengenai negara ni dan bagaimana orang lain melihat Amerika. Mereka menganggap kita sebagai negara yang kuat dan memiliki belas kasih yang sangat peduli dengan kebebasan”
Bush mengatakan dia sungguh-sungguh mengharapkan yang terbaik bagi Obama. Dia pintar dan penuh kharisma dan pelantikannya akan sangat bersejarah, katanya.
Bush mengatakan, akan ada orang-orang yang tidak setuju dengan Obama, namun dia berharap orang-orang memperlakukan Obama dengan penuh rasa hormat. [bbc/hidayatullah.com]