Hidayatullah.com–Hampir tiga juta orang, sebagiannya dari luar negeri, menghadiri shalat Idul Fitri di Masjidil Haram.Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Abdullah, dan Pangeran Naif, deputi PM sekaligus menteri dalam negeri, Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal dan pangeran senior lain serta para menteri, mengikuti shalat Idul Fitri tersebut.
Shaikh Saleh Bin Humaid, imam sekaligus khatib Masjidil Haram, memimpin pelaksanaan shalat. Dalam khutbahnya, imam mengajak kaum Muslim untuk menebarkan kasih dan sayang di antara mereka dan meningkatkan hubungan baik dengan umat lainnya.
Ia menyoroti pentingnya saling memberikan pertolongan, karena hal tersebut dapat meringankan penderitaan orang lain.
“Tolong menolong seharusnya tidak terbatas ketika terjadi bencana alam,” kata shaikh Saleh.
Ia mengatakan, memberikan kebahagiaan kepada orang lain adalah sangat penting untuk mempererat ikatan sosial. Ikatan seperti itu katanya, penting untuk menjaga keamanan negara, mencegah tindak kejahatan, mengurangi kemiskinan dan korupsi.
Sementara itu di Masjid Nabawi Madinah, hampir dua juta orang memadati masjid untuk shalat Idul Fitri. Shalat dipimpin oleh shaikh Salah Al-Budair. Dalam khutbahnya shaikh menyeru umat untuk melaksanakan ajaran Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menasehati agar Muslim tidak melalaikan shalat lima waktu, menunaikan zakat dan haji sekali seumur hidup. Umat juga diingatkan untuk menjauhi riba dan suap. Para majikan diingatkan untuk membayar upah pekerja dengan baik dan tidak menyuruh mereka melakukan pekerjaan yang tidak mampu mereka lakukan.
Raja Abdullah selama di Makkah, pada Ahad pagi, menerima kedatangan sejumlah pangeran, para ulama dan pejabat teras yang datang untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. Setelah itu Raja Abdullah kembali ke Jeddah dengan didampingi para pangeran senior. [di/an/hidayatullah.com]