Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Muslim Afsel Bisa Masuk AS Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2010 13:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tiga tahun lebih dilarang masuk ke Amerika Serikat, profesor ilmu politik asal Afrika Selatan, Adam Habib, pekan ini akhirnya bisa berkeliling ke beberapa perguruan tinggi.

Bulan Januari, Menlu AS Hillary Clinton menarik larangan visa untuk Habib, tanpa menjelaskan alasannya. Sebelum itu, beberapa kelompok di Boston, termasuk American Civil Liberties Union cabang Massachusetts, mengajukan tuntutan hukum atas larangan visa bagi Habib, istrinya Fatima dan kedua anaknya. Mereka beralasan larangan visa diberikan dengan alasan ideologis, karena Habib lantang menyerukan kritik Perang Irak.

Bertemu dengan sekelompok orang di Harvard Law School, Rabu (31/3), Habib sama sekali tidak kelihatan sebagai teroris radikal, seperti yang diyakini pemerintah Bush pada 2006, ketika Departemen Keamanan Dalam Negeri mengirimnya pulang sesaat tiba di Bandara Udara Kennedy, New York.

Dia berbicara layaknya orang yang melakukan kunjungan mudik, ke tempat di mana dia tinggal selama tiga tahun untuk menyelesaikan program doktornya.

“Bagi saya, Amerika Serikat adalah rumah kedua,” katanya memulai cerita nostalgianya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Melissa Goodman, seorang pengacara ACLU yang membela kasus Habib, mengatakan bahwa Habib adalah satu di antara puluhan akademisi, artis, dan aktivis yang ditolak masuk ke AS tanpa alasan jelas setelah peristiwa 9/11, dengan menggunakan Patriot Act.

Ia mengatakan, dirinya telah mengkaji tulisan-tulisan Habib–yang datang ke AS pada tahun 2006 atas nama lembaga penelitian Afrika Selatan untuk bertemu dengan beberapa kelompok termasuk Bank Dunia dan Brookings Institution–dan menelusuri sepak terjangnya, tapi tidak menemukan alasan yang pantas untuk menolak kedatangannya.

“Saya sangat yakin menetapkan bahwa pemerintah (saat itu) gila, tidak alasan yang kuat untuk melarangnya dengan dalih terorisme.”

“Kami melihatnya sebagai sebuah bentuk sensor,” ujarnya.

Boston Globe melaporkan (2/4), jurubicara Menlu, Darby Holladay, dalam emailnya mengatakan, bahwa meskipun pemerintah tidak akan mengungkapkan alasan sebenarnya dari larangan kedatangan Habib, “Presiden dan menteri luar negeri telah menjelaskan bahwa pemerintah AS berupaya membangun sebuah kerjasama baru dengan komunitas Muslim berdasarkan kepentingan timbal balik dan saling menghormati.”

Habib bercerita tentang kedatangannya pekan lalu. Perlakuan yang diterimanya sangat berbeda di banding tahun 2006, ketika dua orang penjaga bersenjata menggiringnya naik pesawat balik ke Johannesburg. Kali ini, katanya, ia ditemui oleh pejabat-pejabat imigrasi yang membimbingnya melewati pemeriksaan duane, tasnya dibawakan, dan disediakan kendaraan yang mengantar dia dan isrtinya ke hotel.

“Jadi saya berubah dari ekstrimis menjadi yang lain,” kata Habib. “Saya merasa seperti bintang rock.”

Menurut Habib, tindakan AS untuk tidak memberikan visa dengan alasan ideologis, hanya akan mengundang reaksi yang lebih besar dan dramatis. Sebab sekarang ini isu antiterorisme dan pelanggaran HAM sudah melewati batas-batas negara. Para pembela HAM seperti ACLU, Amnesty International, dan Human Rights Watch harus bekerja sama dengan erat untuk melawan semua itu.

“Ketika seorang ilmuwan Iran ditahan, kita semua harus didengar di Iran, di Zimbabwe, di Myanmar. Jika idak ada tekanan global dan solidaritas kolektif, perjuangan semacam itu tidak akan pernah sukses.” [di/bog/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Silvan Shalom: Israel Serang Gaza dalam Waktu Dekat
Tulisan selanjutnya Hakim AS Memutuskan Penyadapan Al-Haramain Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?