Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Potensi Industri Syariah Global USD5 Triliun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2010 10:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–PERKEMBANGAN industri keuangan dan perbankan syariah global terus mencatatkan kinerja positif. Tren ini diramalkan masih akan terus berlanjut, bahkan semakin meningkat,di tahun-tahun mendatang. Moody’s Investor Service dalam Derivatives in Islamic Finance:
Examining the Role of Innovation in the Industry meramalkan semakin meningkat,di tahun-tahun mendatang. Potensi pasar yang bisa diraup institusi keuangan Islam saat ini bisa mencapai lebih dari USD5 triliun.

Pertumbuhan ini sejalan dengan meluasnya permintaan produk-produk yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, sambungnya, aset yang terdapat dalam kelolaan industri keuangan syariah mencapai USD950 miliar per 2009 lalu.

Sementara akumulasi obligasi syariah atau sukuk diproyeksikan tak kurang dari USD110 miliar. ”Kendati terjadi gelombang suram pada perekonomian global baru-baru ini, tapi institusi-institusi keuangan syariah tetap mencatatkan pendapatan bisnis,” papar Moody’s dalam laporannya tentang perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah global teranyar.

Moody’s menduga, kinerja industri keuangan dan perbankan syariah global tetap mencatatkan kinerja cukup kuat meski keuangan dan perekonomian global dihantam badai suram adalah karena kontrol kode etik bisnis industri ini, terutama pada jenis bisnis yang dinilai berisiko. Apalagi, sesuai prinsip dasarnya, keuangan syariah mencegah aktivitas bisnis yang penuh dengan spekulasi dan risiko. –

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

”Fokus pada pengurangan risiko melalui pendekatan manajemen risiko baru, termasuk penggunaan transaksi produk derivatif (memastikan penghindaran industri keuangan dan perbankan syariah terhindar dari risiko yang mengancam),” ujar Vice President – Senior Credit Officer Moody’s Anouar Hassoune. Kebijakan untuk mempromosikan pengenaan hukum syariah terkait pengelolaan aset tersebar mulai dai Singapura, Jepang dan Eropa,bahkan Malaysia sebagai pasar obligasi syariah terbesar global.

Selain memudahkan kepemilikan asing, ini juga mendorong upaya Malaysia menjadi pusat jasa keuangan syariah global. Chief Economist The Dubai International Financial Centre Dr Nasser Said mengatakan,potensi pasar dan kelolaan dana yang dilakukan industri keuangan dan perbankan syariah sebetulnya bisa lebih besar lagi.

Said mengasumsikan pada optimisme perekonomian yang lebih di negara-negara Asia dan Kawasan Teluk yang menjadi basis dukungan pertumbuhan industri tersebut.

“Populasi di negara-negara Asia dan Kawasan Teluk, yang rata-rata merupakan mayoritas muslim, memiliki generasi muda yang banyak dan cepat tumbuh. Ini menyajikan peluang besar pada penetrasi pasar.

Ada banyak kesempatan, bahkan bagi industri pertanggungan syariah (takaful),” papar Said. Hingga saat ini, lanjutnya, baik negara maupun swasta telah lebih banyak memanfaatkan instrumen keuangan syariah, terutama dalam menarik pembia-yaan. Salah satu di antaranya melalui penerbitan obligasi syariah (sukuk).Tahun ini misalnya, tak kurang dari USD25 miliar nilai penerbitan sukuk yang ditawarkan kepada publik. Teranyar misalnya Sudan.

Republik Islam di belahan Afrika ini berharap bisa menarik pendanaan senilai USD300 juta melalui penerbitan sukuk di tahun ini dengan pasar utama negaranegara Teluk.Sebelumnya,Sudan telah memanfaatkan sukuk dalam menarik pembiayaan senilai USD100 juta pada dua tahun belakangan ini. Begitu juga negara bekas pecahan Uni Soviet, Kazakhstan.

Negara kaya minyak di Asia Tengah ini berniat menawarkan sukuk sebagai alternatif pembiayaan defisit anggaran belanjanya senilai USD5,5 miliar. Standard & Poor’s sebelumnya telah memperkirakan angka penjualan sukuk tahun ini bisa mencapai USD30 miliar dari USD20,2 miliar tahun lalu. Searah dengan pemulihan ekonomi yang membutuhkan pembiayaan, sebutnya, pertumbuhan penawaran sukuk bisa mencatatkan rekor seperti di tahun 2007.

Argumentasi Said cukup beralasan. Pasalnya, sekitar USD800 miliar aset perbankan syariah global dikelola oleh bank-bank syariah kedua kawasan tersebut. Likuiditas berlimpah dan preferensi yang lebih kuat membuat industri ini memiliki ruang yang cukup besar untuk berkembang. Masalahnya, sambung Said, industri keuangan dan perbankan syariah sepertinya harus terus dilakukan.

Mereka mela-kukan inovasi dan pengembangan produk dan jasa keuangan. Dengan begitu, perbankan syariah bisa benar-benar diharapkan sebagai alternatif sistem keuangan masyarakat. ”Karena itu, hal yang harus kita pikirkan saat ini adalah pengembangan produk ritel, hipotek syariah, pinjaman dan bagaimana pembiayaan syariah bisa menjadi satu hal mainstream,” paparnya lagi.

Senada dengan Said, Hassoune mengakui, industri keuangan dan perbankan syariah global masih memiliki sejumput kelemahan, terutama menyangkut inovasi dan pengembangan produk. Meski dibanding konvensional, bank-bank syariah lebih unggul dalam kombinasi sekuritisasi dan derivatifnya sehingga mengurangi tekanan risiko.

Namun pada konteks ini industri masih harus bekerja lebih keras. ”Industri keuangan Islam perlu mengembangkan tahapantahapan inovasinya dan tidak (sekadar) meniru instrumeninstrumen derivatif konvensional agar bisa menjaga status istimewa dan prinsip-prinsip syariah,” saran Hassoune.
Dia berharap industri keuangan dan perbankan syariah bisa segera merealisasikan kebijakan inovasi dan pengembangan produk dan jasanya.

Sebab menurutnya,saat ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi industri keuangan dan perbankan untuk bangkit dan berp- eran lebih besar bagi kebutuhan produk dan jasa keuangan masyarakat global. [sind/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ongkos Haji Tahun ini Mungkin Naik Lagi
Tulisan selanjutnya Jangan Ceroboh Memilih Jodoh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?