Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

TKW Hongkong Demo Pejabat RI di Konsulat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2010 15:01
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Hak-hak TKI di luar negeri masih belum dirasakan. Tingginya biaya agen yang harus dibayar  TKI dinilai para pekerja migran msih mencekik seolah sebagai perbudakan. Sikap acuh pemerintah RI terhadap permasalahan rakyatnya di luar negeri, penahanan dokumen, pemalsuan identitas, diskriminasi, praktik upah di bawah standar, membuat kesan pemerintah seakan hanya mau devisanya saja tapi tidak mau mengurusi permasalahan rakyatnya, demikianlah yang dirasakan para tenaga kerja Indonesia di Hongkong.

Peristiwa yang mengagetkan dan menyinggung perasaan TKI adalah kontrak mandiri yang pernah disahkan secara resmi dan tertulis oleh Konjen sejak tahun 2004, mendadak dicabut sejak Januari 2010 tanpa konfirmasi ke TKI. Sementara itu, pihak TKI mengaku baru membaca dari surat kabar berbahasa Indonesia yang terbit di Hongkong.

Akibatnya memicu  aksi yang mendesak pejabat RI di Hongkong untuk memberlakukan kontrak mandiri lagi bagi TKI.

Ahad (30/5) massa yang tergabung dari aliansi GAMMI (Gabungan Muslim Migrant Indonesia), PILAR, Persatuan BMI Tolak Overcharging, aliansi blacklist PJTKI,  memprotes pejabat KJRI.

Tepat jam 01.00 waktu Hongkong, arak-arakan massa yang berjumlah lebih dari 700 orang bergerak dari depan plaza Soggo menuju depan KJRI. Berdasarkan informasi dari Ketua GAMMI bernama Rosi, demo ini bukan mendadak, namun sudah ada pemberitahuan kepada pihak KJRI satu bulan sebelumnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami akan mendesak pejabat KJRI agar segera memberlakukan kontrak mandiri yang menjadi hak TKI. Setelah membuat yel-yel di depan Konsulat, sebagian dari kami akan mengajak pihak Konsulat untuk berdialog secara terbuka, aspirasi kami harus didengar oleh pejabat Indonesia,“ jelas Rosi.

“Sebenarnya telah ada beberapa peraturan tertulis dan sah, tapi kami heran kok KJRI tidak mentaati aturan tersebut. Contohnya saja potongan gaji bagi TKI Hongkong, dalam peraturan adalah 5 bulan saja, tapi pada kenyataannya hingga 7 bulan. Sungguh aneh fakta ini, dan tentang kontrak mandiri ini sebenarnya mudah dilakukan TKI, namun pemerintah berusaha mempersulit kami dengan aturan-aturan nyleneh,“ lanjut wanita yang telah tiga tahun ini menjabat sebagai Ketua GAMMI.

Setelah demo, pejabat KJRI bersedia menemui TKI untuk melakukan dialog terbuka, namun dengan syarat TKI harus  menuliskan identitas secara lengkap. Saat TKI akan mengajak 50 orang untuk berdialog, namun perwakilan KJRI hanya mengizinkan 20 orang saja.

Ganika, Sekretaris ATKI (Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia) yang tergabung dalam aliansi PILAR kepada hidayatullah.com menjelaskan, sebelum aksi sempat diwarnai ketegangan karena  pihak KJRI berusaha menunda waktu untuk berdialog, padahal sebelumnya TKI telah mendapat pemberitahuan dari KJRI.  [yul/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perda Rokok di DKI Dinilai Mandul
Tulisan selanjutnya Amerika Hanya Bisa Menyesal Atas Kelakuan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?