Hidayatullah.com — Pada 18 April, Parlemen Yordania menyampaikan permintaan resmi kepada pemerintah untuk mengusir duta besar ‘Israel’ di Amman, sebagai protes terhadap serangan zionis terhadap jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsha.
Menurut kantor berita resmi Petra, parlemen Yordania setuju untuk menyerahkan kepada pemerintah sebuah memorandum yang ditandatangani oleh 87 anggota parlemen, termasuk tuntutan pengusiran dubes ‘Israel’.
Menlu Yordania Ayman Safadi mengatakan bahwa pemerintah akan memanggil dubes ‘Israel’ di Amman untuk menyampaikan kecamannya atas pelanggaran di Masjid Al-Aqsha.
Selama sesi parlemen, Safadi mengumumkan bahwa Yordania akan menjadi tuan rumah pertemuan komite Liga Arab pada Kamis untuk menghadapi serangan zionis ‘Israel’.
Menteri luar negeri juga menekankan upaya Yordania untuk melawan semua tindakan untuk mengubah status quo hukum dan sejarah Yerusalem.
Dia juga mengatakan bahwa ‘Israel’ perlu menghormati kesucian Masjid Al-Aqsha dan untuk menegakkan hak-hak dasar rakyat Palestina. Yordania juga menyampaikan pendiriannya memprioritaskan tempat-tempat suci umat Islam.
Pada pagi hari tanggal 17 April, pemukim Yahudi ekstremis, di bawah perlindungan pasukan pendudukan ‘Israel’, menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menggunakan kekerasan terhadap jamaah Palestina yang tidak bersenjata.
Sebelumnya beberapa pemukim Yahudi ilegal tertangkap tangan membawa hewan untuk melakukan ritual pengorbanan secara provokatif, suatu tindakan yang dikhawatirkan otoritas ‘Israel’ akan menyebabkan respons militer oleh perlawanan Palestina.
Masuknya pemukim ekstremis ke dalam kompleks terjadi pada awal liburan Paskah, yang berlangsung dari 15-23 April. Otoritas ‘Israel’ telah menutup semua penyeberangan ke Tepi Barat dan Gaza selama periode ini.
Masjid Ibrahimi Ditutup untuk Muslim, Terbuka untuk Yahudi
Otoritas penjajah ‘Israel’ hari Senin menutup Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki untuk jamaah Muslim dan membukanya bagi pemukim Yahudi. Ghassan Al-Rajabi, Direktur Masjid Ibrahimi, mengatakan kepada Anadolu Agency, zionis menutup masjid bersejarah bagi umat Islam namun membukanya untuk penganut Yahudi.
“Pihak berwenang ‘Israel’ memberi tahu Direktorat Wakaf Hebron untuk menutup Masjid Ibrahimi bagi umat Islam, pada Senin dan Selasa, dan membukanya bagi pemukim untuk merayakan hari raya Paskah Yahudi,” kutip Al-Rajbi kepada Anadolu Agency.
Al-Rajbi menambahkan ‘Israel’ memerintahkan pembukaan masjid di semua koridornya bagi pemukim Yahudi guna menjalankan ritual keagamaan mereka. “‘Israel’ melanjutkan kejahatannya terhadap kesucian Islam dengan pelanggaran terang-terangan terhadapnya,” kata Al-Rajbi.
Masjid Ibrahimi terletak di kota tua Hebron, merupakan rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi. Pendatang haram ini tinggal di serangkaian kantong khusus Yahudi, yang dijaga ketat oleh pasukan ‘Israel’.
Komite Warisan Dunia UNESCO memutuskan pada Juli 2017 untuk memasukkan Masjid Ibrahimi dan kota tua Hebron ke dalam Daftar Warisan Dunia. Kompleks Masjid Ibrahimi Hebron adalah tempat pemakaman nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub.
Setelah kasus pembantaian tahun 1994, dimana 29 jamaah shalat syahid setelah seorang pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, menembaki jamaah shalat Subuh, pihak penjajah ‘Israel’ membagi kompleks masjid antara jamaah Muslim dan Yahudi.*