Hidayatullah.com–Televisi Aljazeera dalam laporan terbarunya seputar serangan militer Zionis terhadap konvoi Freedom Flotilla, menyebutkan bahwa Israel melarang segala bentuk pemberitaan menyangkut serangan tersebut.
Sebuah komite bernama “Kotrol” terhadap media-media Zionis melarang segala bentuk pemberitaan baik pengiriman rekaman video maupun korespondensi soal perkembangan terbaru mengenai korban serangan tersebut.
Beberapa saat sebelum berita ini diturunkan, warga permukiman Zionis menyerang reporter Aljazeera di pelabuhan kota Ashdod, dan menghina kaum Arab dan Muslim.
Desak Arab
Sementara itu Perdana Menteri Ismail Haniyah, menyampaikan pidatonya melalui video konferensi mengutuk serangan beringas militer Israel terhadap konvoi Freedom Flotilla tersebut.
Haniyah menilai serangan tersebut bukti ketidakpedulian Israel terhadap nilai-nilai kemanusiaan apapun.
Setelah menyerukan demonstrasi akbar di seluruh wilayah Palestina,. Haniyah juga meminta negara-negara Arab segera beraksi.
“Kalian telah menggelar berbagai perundingan dan dialog dengan Zionis Israel untuk membangun kembali infrastruktur di Jalur Gaza. Namun upaya kalian hanya sebatas statemen belaka. Kini saatnya kalian segera beraksi.”
Haniyah menuntut negara-negara Arab mengusir para Dubes dan diplomat Israel dari negara mereka.
Di sisi lain, Haniyah juga menuntut Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat guna membahas serangan rezim Zionis terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla. [irb/hidayatullah.com]