Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara yang Tak Ramah dengan Simbol Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2010 15:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sikap diskriminasi terhadap Islam dan Kaum Muslim –baik secara individu atau institusi—menjalar ke berbagai belahan dunia. Inilah daftar Negara-negara yang masih “kurang ramah” dengan simbol-simbol Islam atau kaum Muslim;

Prancis

Bulan April 2010, seorang Muslimah Prancis didenda karena mengenakan jilbab yang menutup seluruh wajahnya saat mengemudikan mobil, dua hari setelah Presiden Nicolas Sarkozy memerintahkan rancangan undang-undang yang melarang jilbab di semua tempat umum.

Mei 2010, Kabinet Perancis menyetujui RUU melarang perempuan mengenakan pakaian yang tertutup seluruhnya di tempat-tempat umum. Pelanggar UU ini akan dikenakan denda sebesar 185 dolar.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy bahkan mengatakan bahwa Prancis bersatu seputar ide harga diri manusia, terutama harga diri perempuan. Ia mengatakan, pemakaian burka merugikan nilai-nilai tersebut. Dengan kata lain, memakai cadar tak memiliki harga diri dibanding orang yang telanjang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Italia

Bulan Mei 2010, pihak berwenang di Italia Utara mendenda seorang perempuan Tunisia 650 dolar karena mengenakan cadar di muka umum.

Para pejabat di kota Novara mengatakan polisi menghentikan perempuan berusia 26 tahun tersebut, ketika ia berjalan dengan suaminya untuk sholat di masjid setempat. Polisi mengatakan perempuan itu mengenakan niqab, atau cadar yang hanya memperlihatkan mata perempuan.

Mereka mengatakan cadar tersebut melanggar peraturan setempat tentang pakaian apa pun yang menghalangi polisi melakukan identifikas.

Belgia

Bulan April 2010, sebuah komite di parlemen Belgia telah melakukan pemungutan suara, menetapkan larangan penggunaan cadar di tempat-tempat umum.

Komite urusan dalam negeri tersebut melakukan voting secara anonim untuk mendukung larangan cadar, yang selanjutnya harus disahkan oleh parlemen sebelum diundangkan. Voting semacam itu bisa berlangsung dalam beberapa pekan, artinya Belgia bisa jadi negara Eropa pertama yang menerapkan larangan cadar.

BBC melaporkan, umat Muslim di Belgia jumlahnya sekitar 500.000, menurut Dewan Muslim Belgia, padahal pemakai cadar jumlahnya hanya beberapa puluh orang saja.    

Austria

Bulan April 2010, Menteri Perempuan Austria dari Partai Sosial Demokrat, Gabriela Hosk yang berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi saat mulai mempermasalahkan cadar. Sebagaimana diberitakan oleh salah satu surat kabar Austria, menurut Menteri Perempuan itu, pemerintah Austria akan membuat keputusan untuk melarang pemakaian cadar.

“Tadi sudah terjadi musyawarah antara pemerintah koalisi membahas seputar pelarangan cadar. Saya sendiri mendukung untuk segera direalisasikan larangan ini, dan saya menolak wanita memakai cadar karena itu mengisolasi kaum wanita,” jelas Gabriela Hosk.

Swiss

Bulan November 2009, mayoritas warga Swiss mengikuti referendum mendukung usulan pelarangan pembangunan menara-menara adzan di masjid, Minggu kemarin. Lebih dari 57 persen dan 22 dari 26 wilayah, atau provinsi, menyetujui larangan itu.

Usulan itu diajukan oleh Partai Rakyat Swiss (SVP), partai terbesar di parlemen, yang menilai menara (minaret) adalah simbol Islamisasi. Namun pemerintah menolak larangan itu, karena akan memperburuk citra Swiss, khususnya di dunia Muslim.

Martin Baltisser, sekretaris jenderal SVP kepada BBC mengatakan hasil ini merupakan suara menentang menara masjid yang dianggap sebagai simbol kekuatan Islam.

Belanda

Larangan pembangunan menara masjid di Swiss menjalar ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk di Belanda, Belgia, dan Italia untuk menggelar referendum melarang simbol Islam tersebut.

Partai Sayap Kanan Belanda, Geert Wilder berusaha mendesak referendum berbau “anti-Islam”.

“Kami akan mendesak pemerintah untuk menggelar referendum serupa di Belanda,” kata Geert Wilders, pemimpin sayap kanan Belanda dari Partai Kebebasan (PVV), kepada harian Volkskrant, Selasa (1/12/2009).

Anggota parlemen fraksi SGP, Kees van der Staaij dalam mosinya meminta pemerintah agar bersikap hati-hati dalam pembangunan menara masjid.   

Kees van der Staaij, selain meminta agar pembangunan menara masjid dilarang, juga mendukung anti pendatang di kalangan penduduk Belanda yang digembar-gemborkan pihak populis seperti Geert Wilders. Ia bahkan menilai, adzan hanya akan menambah perpecahan.

“Kalau anda lihat bahwa adzan tidak didengungkan selama bertahun-tahun di Belanda dan mereka menerimanya, maka pada saat ketegangan dan ketersaingan meningkat seperti sekarang ini, dan anda masih mau menambahinya lagi dengan adzan atau membangun mesjid besar? Itu akan semakin menambah polarisasi dan bukannya masyarakat yang damai”. kata van der Staaij.

Denmark

Bulan Februari 2008, Koran Denmark menerbitkan kembali karikatur Nabi Muhammad yang pernah membuat marah umat Islam di seluruh dunia.

Surat kabar itu menyatakan ingin menunjukkan komitmen mereka atas kebebasan berbicara, setelah Selasa kemarin menahan tiga orang yang dituduh sebagai perencana pembunuhan penggambar kartun itu.

Amerika Serikat

Sembilan tahun setelah serangan 9 September, Muslim di Amerika masih merasakan tindakan diskriminasi dari kelompok lain, demikian hasil sebuah polling di Amerika. Survei dari Pew Forum on Religion and Public Life mengemukakan bahwa orang Amerika melihat kelompok Islam merupakan kelompok dengan tingkat diskriminasi melebihi kelompok keagamaan yang lain.

Hampir 58% mengatakan bahwa umat Islam masih menjadi objek dari banyak tindakan diskriminasi daripada orang Yahudi, Kristen maupun Atheis.

“Faktanya bahwa orang Amerika percaya bahwa muslimin menghadapi banyak diskriminasi hasil yang kuat,” kata Michael Dimock, asisten direktur dari Pusat Penelitian Pew. .[ cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Praktisi Hukum Setuju Pemeran Video Porno Dihukum
Tulisan selanjutnya Barcelona Ikut Larang Penggunaan Cadar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?