Hidayatullah.com–Perdana Menteri Inggris David Cameron ingin menarik mundur pasukannya dari Afghanistan dalam kurun waktu lima tahun. Demikian kata Cameron Jumat (25/06) di Huntsville, Canada, di mana ia menghadiri KTT G8.
Cameron tidak ingin menyebut tanggal dimulainya penarikan mundur, tapi ia menyatakan pasukan Inggris sudah harus ‘pulang’ sebelum pemilu parlemen mendatang. Pemilu rencananya digelar tahun 2015. “Kami tidak bisa tinggal di sana lima tahun lebih lama lagi; kami sudah berada di sana selama sembilan tahun”, katanya kepada stasiun televisi Sky News.
Setelah Amerika, Inggris memasok militer terbanyak kepada pasukan perdamaian internasional ISAF. Sekitar 10.000 militer Inggris dikerahkan di Afghanistan. Sejak pecahnya konflik tahun 2001, sebanyak 307 militer Inggris gugur di negeri tersebut.
Semakin Sulit
Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates menyatakan bahwa perang di Afghanistan diperkirakan berlangsung lebih lamban dan sulit.
Pernyataan Gates itu mengemuka pascapencopotan Jenderal Stanley McChrystal, sebagai Panglima Militer AS di Afghanistan.
“Perang di Afghanistan akan berjalan lebih lamban dan sulit dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata Gates, sebagaimana dikutip Associated Press (25/6). Namun menurutnya Amerika belum lumpuh dan masih ada peluang untuk maju.
McChrystal dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Militer AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyusul wawancara kontroversialnya dengan majalah Rolling Stone. Ia mengkritik kebijakan Obama dan pejabat dekatnya soal strategi perang di Afghanitan.
Namun pihak-pihak di Afghanistan menilai pencopotan McChyrstal itu berkaitan erat dengan hubungannya yang sangat dekat dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, terungkapnya berbagai informasi rahasia termasuk hubungan “gelap” NATO dengan kelompok teroris, serta peningkatan angka korban di pihak militer asing di Afghanistan. [irb/afp/hid/hidayatullah.com]