Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libanon Tangkap Mata-Mata Israel ke-2 di Perusahaan Telekomunikasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juli 2010 17:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Libanon menangkap lagi seorang pegawai perusahaan telekomunikasi milik negara yang dicurigai sebagai mata-mata Israel.

Pegawai kedua operator seluler Alfa yang dicurigai menjadi mata-mata Israel itu, disebut-sebut pihak keamanan sebagai orang yang berbahaya.

Menurut sumber dari pihak keamanan yang dikutip Reuters Kamis (15/7), Tareq Raba’a, insinyur yang bekerja di perusahaan telekomunikasi itu lebih berbahaya dibandingkan Charbel Qazzi, seorang pegawai Alfa lain yang telah ditangkap sebelumnya.

Charbel Qazzi ditangkap bulan lalu dan dibawa ke pengadilan militer pekan ini. Jika terbukti bersalah ia bisa dihukum mati.

Raba’a yang ditangkap Senin lalu, sekarang masih dalam pemeriksaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Raba’a menjadi pegawai Alfa sejak tahun 1996 dan  mulai bekerja untuk Israel pada tahun 2001. Dia biasanya pergi keluar Libanon dua kali dalam sebulan dan setiap kali itu pula membawa pulang uang tunai sebanyak $10.000.

Lebih dari 50 orang ditangkap dalam operasi menjaring mata-mata yang berkeliaran di Libanon sejak bulan April tahun lalu itu.

Penangkapan itu mengungkap adanya jaringan intelijen Israel yang bermain di Libanon. Banyak di antara para tersangka yang membantu mengidentifikasi target serangan bom Israel ketika negara Zionis itu berperang di Libanon pada tahun 2006. Perang tersebut kemudian mendorong Hizbullah untuk menyerang balik Israel.

Dengan tertangkapnya Qazzi bulan lalu, muncul perdebatan di Libanon tentang seberapa dalam intelijen Israel telah menyusup ke sektor telekomunikasi dan keamanan.

Presiden Michel Sulaiman, yang harus menandatangani surat keputusan sebelum sebuah hukuman mati dilaksanakan, telah menyeru agar para mata-mata diberi sanksi yang berat. Kabinet juga telah menyatakan persetujuannya agar hukuman mati diberlakukan bagi mereka yang menjadi mata-mata Israel.

Selama ini Libanon dinilai memberikan sanksi yang ringan atas warganya yang bekerja untuk Israel atau milisi Israel yang berada di Libanon. [di/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membongkar Konsep “Evolusi Syariat” An-Na’im
Tulisan selanjutnya Pakar: Media Massa Banyak Terjebak dalam Budaya Pop

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?