Hidayatullah.com– Lima puluh tahun setelah orang-orang Asia yang bermukim di Uganda dipaksa meninggalkan negara itu oleh pemimpin kala itu, Idi Amin, Menteri Luar Negeri Uganda sekarang mengatakan keputusan seperti itu tidak akan pernah dibuat lagi.
“Kami telah menyatakan penyesalan kami dalam banyak kesempatan dan memberikan jaminan bahwa kami tidak akan pernah lagi membiarkan hal seperti itu terjadi pada orang Asia atau kelompok minoritas mana pun di negara kami,” kata Henry Okello kepada BBC Jumat (5/8/2022).
Lebih dari 27.000 orang Asia diusir oleh diktator Uganda Idi Amin pada tahun 1972, dan ribuan orang menetap di Leicester.
Okello mengatakan pada saat itu “Orang India adalah pedagang utama … setiap aspek bisnis milik orang India”.
Mereka yang diusir sebelumnya mengeluhkan kurangnya kompensasi yang memadai oleh pemerintah Uganda, tetapi menteri mengatakan kurangnya kepercayaan mereka pada pemerintahan baru adalah masalahnya.
“Sebagian dari mereka tidak percaya pada pemerintah saat ini dan ketika properti mereka dikembalikan kepada mereka, mereka dengan cepat menjualnya seperti kacang goreng,” katanya.
Okello mengatakan masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan asimilasi orang Asia di Uganda semakin meluas, meskipun pernikahan campuran sekarang ini terus berkembang.
“Semuanya telah berubah sekarang. Hari ini ada kepemimpinan baru, ada semangat baru dan mereka harus memanfaatkannya,” imbuh Okello.*