Hidayatullah.com–Milisi Taliban di Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya seorang perwira tinggi militer Pakistan dalam serangan bom di pinggir jalan.
Serangan bom Ahad 15 September di dekat perbatasan Afghanistan itu menewaskan tiga tentara, termasuk Mayor Jenderal Sanaullah.
Mayjen Sanaullah -bersama Letnan Kolonel Touseef, yang juga tewas- sedang berkunjung ke Provinsi Khyber Pakhtunkhwa untuk memeriksa pos perbatasan ketika kendaraan mereka terkena hantaman bom.
Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, dua tentara tewas akibat serangan bom di kawasan Waziristan, juga di dekat perbatasan Afghanistan.
Sementara di wilayah tetangganya, Bannu, Taliban menyerbu konvoi polisi dan menewaskan dua aparat polisi.
Rangkaian serangan atas aparat keamanan itu dilancarkan bersamaan dengan pernyataan Taliban yang menyambut perundingan damai dengan pemerintah Pakistan namun diikuti sejumlah persyaratan.
Salah satu persyaratan Taliban adalah penarikan mundur semua pasukan dari kawasan suku dan pembebasan semua tahanan Taliban.
Belum ada rincian
Pekan lalu partai-partai politik Pakistan sudah mencapai kesepakatan untuk menggelar perundingan dengan milisi Taliban Pakistan walaupun belum ada rincian waktu maupun pihak-pihak yang akan diikutsertakan.
Perdana Menteri Pakistam, Nawaz Sharif, sudah menegaskan serangan terbaru atas aparat keamanan Pakistan tidak akan mempengaruhi proses perundingan yang mereka upayakan.
“Tentara Pakistan sudah melakukan pengorbanan besar untuk melindungi bangsa dari ancaman terorisme dan tindakan pengecut dari teroris tidak akan bisa mempengaruhi semangat tentara kami,” tutur Sharif dalam pernyataannya dikutip BBC hari Ahad.
Pakistan sudah menyatakan Klik akan membebaskan salah seorangKlik pemimpin senior, Mullah Abdul Ghani Baradar, walau tanggal persis pembebasan belum diumumkan.
Sebelumnya tujuh tahanan Taliban yang akan dibebaskan, sebagai langkah untuk mendukung upaya perdamaian dengan Taliban.
Taliban Pakistan merupakan kelompok yang terpisah dari Taliban Afghanistan walau saling bersekutu.
Sebelumnya, Taliban juga dikabarkan menembak mati seorang penulis buku asal India yang menulis tentang Taliban. Sushmita Banerjee ditembak mati dengan 24 peluru. Ia pernah menulis buku berjudul “Escape From Taliban” pernah diangkat menjadi film pada tahun 2003.*/bbc