Hidayatullah.com–Kanun Kedokteran karya ilmuwan Persia bapak kedokteran moderen, Ibnu Sina, telah diterjemahkan ke dalam bahasa China secara lengkap.
Buku yang diterjemahkan oleh Zhu Ming dari Universitas Kedokteran Bejing pada bulan Juni 2010 itu terdiri dari empat bab, dilengkapi dengan biografi Ibnu Sina (980-1037) serta gambar buku versi Inggris dan Jerman.
Menurut Tehran Times (15/7), Kanun Kedokteran sebenarnya telah populer di kalangan dokter China dan sebagian dari buku tersebut telah diterjemahkan dan digunakan. Namun, baru kali ini buku tersebut diterjemahkan secara lengkap.
Buku Kanun Kedokteran aslinya berbahasa Arab dan terdiri dari 14 volume berupa ensiklopedia kedokteran. Di dalamnya dijelaskan secara jelas dan ringkas ilmu pengetahuan kedokteran yang berkembang pada zamannya.
Dianggap sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah kedokteran, Kanun Kedokteran telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Latin, Hebrew, Jerman, Prancis dan Inggris.
Ibnu Sina yang juga dikenal dengan Syeikh Al-Rais memiliki karya tulis sebanyak 450 buah. Sayangnya, hanya 240 saja yang masih tersisa. Sekitar 150 bukunya berisi tentang filsafat dan 40 buah tentang kedokteran, termasuk karya besarnya yang merupakan eksiklopedia menakjubkan “Kitab Al-Syifa”.
Banyak ilmuwan dan sastrawan yang terpengaruh dengan Ibnu Sina, di antaranya penyair Umahr Khayyam dan ilmuwan tersohor dari abad ke-13 Khawaja Nasiruddin Al-Tusi.
Murid Ibnu Sina, Jurjani (Sorsanus), mendokumentasikan kisah hidup gurunya dalam buku Kehidupan Ibnu Sina.[di/tht/ptv/hidayatullah.com]