Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi-Amerika Bawa Palestina ke Venice

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2010 12:13
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Julian Schnabel, seorang Yahudi Amerika lahir tiga tahun setelah pembentukan Israel, melihat empat dekade sejarah Palestina melalui mata warga Palestina dalam film berjudul “Miral”. Film akan ditayangkan Kamis di Festival Film Venice.
 “Sangat nyata ini adalah cerita rakyat Palestina, tetapi yang penting adalah seorang Yahudi Amerika yang menceritakan cerita rakyat palestina,” ujar Schnabel,  saat berhenti di Paris dalam perjalanan ke Venice untuk pemutaran film.
 Film ini berdasarkan novel autobiografi yang judulnya sama dengan nama jurnalis Palestina Rula Jebreal, sebuah buku yang dikatakan oleh sutradaranya menampilkan “dalih” untuk mendapatkan konflik yang kebanyakan selalu ditutupi oleh film Barat.
 Seperti Jebreal, Miral tumbuh di panti asuhan di Yerusalem Timur milik sosialita Yerussalem dari keluarga kaya Palestina. Suatu pagi di tahun 1948 datanglah sekelompok anak yang kabur dari pembunuhan massal Deir Yassin, desa tetangga, yang dilakukan oleh kelompok militan Yahudi.
 Diadaptasi dengan bekerjasama dengan pengarang buku, film Schnabel menjajaki kehidupan dua perempuan dari pembangunan panti asuhan hingga tuntutan perdamaian Oslo di tahun 1993, momen untuk harapan yang lebih baik yang kemudian dihancurkan.
 “Secara keseluruhan poinnya adalah Saya seorang Yahudi Amerika, dan alasan mengapa hal ini menyentuh saya karena ini adalah bagian besar dalam hidup saya,” ujar Schnabel.
 “Penting bagi Muslim untuk mendengar ini, penting bagi Yahudi untuk mendengar ini, untuk Israel dan untuk orang-orang dimana saja,” ujar Schnabel, yang memenangkan penghargaan sutradara terbaik pada ajang Cannes di tahun 2007 untuk film”The Diving Bell and the Butterfly”  juga beberapa nominasi Oscar.
 “Ketika saya masih kecil, Israel adalah poin tertinggi untuk ibu saya … kesuksesan Israel adalah sesuatu yang sangat penting untuknya dan juga untuk saya,” katanya.
 “Ini dilakukan untuk malanjutkannya dan memahami rakyat Palestina dan orang-orang yang berada di tengah-tengah mereka.”
 Seorang penduduk asli New York yang juga artis terkenal perajin keramik besar neo-expresionis “lukisan piring”, Schnabel menyebutnya “tidak tahu banyak mengenai rakyat Palestina” ketika ia membuat film kelimanya.
 Buku Jebreal “adalah cara terbaik untuk memahaminya,” ujarnya
 Schnabel memilih artis India Freida Pinto yang bermain sebagai Latika dalam “Slumdog Millionnaire,” untuk peran Miral dan Hiam Abass dari Israel (“The Syrian Bride,” “Lemon Tree”) untuk panti asuhan yang elegan disutradai Hind Husseini dalam produksi Prancis-Israel-Itali-India. 
 Untuk membentuk keaslian – pencahayaan yang sempurna- Schnabel suting di Israel dan West Bank khususnya  untuk menangkap situasi tegang.
 “Serangan ke Gaza terjadi hanya tiga hari sebelum kami tiba di Yerusalem dan saya mencari lokasi di Yerusalem Timur (dari pihak Israel),” ujarnya
 “Saya ingin suting di rumah Husseini tetapi saya tidak bisa memiliki orang-orang dengan walkie-talkie yang terlihat seperti tentara dan berbicara dalam bahasa Ibrani di dalam rumah,” katanya
 “Tetapi mereka mempercayai saya, orang Israel dalam kru sangat menghormati dan mereka menggunakan bahasa Inggris ketika berada di lokasi,” kata Schnabel.
 Mengenai konflik Israel-Palestina, Ia menyebutnya seperti pernikahan: “Orang-orang ini tinggal di rumah yang sama dan akhirnya harus bertahan hidup bersama-sama. Jika kamu menikahi seseorang, kadangkala kamu harus menghilangkan sebagian dari diri kamu untuk mendapat yang lebih besar daripada kamu punya saat kamu masih sendiri.”
 Schnabel mengatakan ia tetap  berharap akan perundingan damai secra langsung, dan mendedikasikan film ini untuk “orang-orang dari dua belah pihak yang meyakini adanya kedamaian.” 
 Menurut Julian Schnabel ide pembuatan film ini sebagai bentuk tanggungjawab “sebagai orang Yahudi untuk menceritakan kisah tentang Palestina”.
 Dengan mengambil syuting di Prancis, India, Israel danItalia, Miral  berdurasi  112 menit dengan menampilkan beberapa pemain, diantaranya  Alexander Siddig, Freida Pinto, Vanessa Redgrave, Willem Dafoe.
 Debut dari Miral sangat tepat waktu, dimana datang saat presiden AS, Barack Obama, membuka sebuah babak baru perundingan perdamaian Timur Tengah.
 Sudah banyak sutradara Amerika atau Yahudi mengajarkan ‘pesan damai’ melalui film. Namun sedikit yang mengungkap kejujuran bahwa Israel berdiri karena merampas dan menjajah tanah Palestina. [afp/guardian/cam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asmara, Pintu Masuk Muallaf Subulussalam
Tulisan selanjutnya Idul Fitri Mungkin Hari Jumat, Hari ini Sidang Isbat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Berita
5 Juni 2026 21:50
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?