Hidayatullah.com–Di Telangana, jika kelak menjadi sebuah negara, Muslim diperkirakan akan mengambil peran besar, diperkirakan ada 12 persen jatah pekerjaan dan jatah Deputi Chief Minister di pemerintahan, ujar Ketua Telangana Rashtra Samiti (TRS) K Chandrasekhar Rao hari Ahad.
“Seorang Muslim akan menjadi Deputi Chief Minister di Telangana dan akan ada 4-5 menteri beragama Islam. Komunitas ini akan mendapat 12 persen jatah posisi yang merupakan hak mereka,” kata Rao ketika mengunjungi para pemimpin Muslim yang bergabung dengan TRS.
Meski demikian, kelompok Muslim tetaplah tertinggal walaupun semua partai politik “berbicara banyak” mengenai kesejahteraan mereka.
Di Telangana, Hindu, dan Muslim hidup dalam “harmoni yang sempurna”. “Telangana, dari Qilu Qutub Shah hingga Nizam ketujuh, memiliki budaya sekuler yang sesungguhnya,” ujar Rao.
“Bahkan Mahatma Gandhi memuji cara Hindu dan Muslim yang hidup berdampingan di sini. Inilah keindahan dan kebesaran Telangana,” lanjutnya.
Menurut Rao, setiap pemerintahan di Andhara tidak pernah menyediakan dana yang memadai untuk kesejahteraan kelompok Muslim dan tanah waqaf di Hyderabad.
Sebagaimana diketahui, kaum Muslim di wilayah Telangana merasa bahwa selama bertahun-tahun ini mereka telah diperlakukan sebagai orang luar di tempat asal mereka sendiri, dan akan memiliki kekuatan setelah negara bagian itu terbentuk.
Kaum Muslim mengklaim, mereka paling menderita dalam sebuah negara serikat, telah tiba saatnya untuk bersuara dan didengar secara kolektif. Lateef Mohammad Khan, Ketua Forum Muslim Telangana pernah mengatakan, mereka muak dilabeli sebagai agen ISI.
Sekitar 28.000 warga Andhra datang ke Telangana tahun 1968. Berikutnya tahun 1986, sekitar 59.000 orang Andhra dan Rayalseema secara ilegal menguasai lapangan kerja.
Sekarang, sebanyak 385.000 orang Andhra dan Rayalseema menguasai lapangan kerja di wilayah Telangana. [dy CM post/cam/hidayatullah.com]