Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelecehan Seks pada Komunitas Yahudi Boleh Diungkapkan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2011 05:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan agama untuk umat Yahudi (Rabbinical Court) di Montreal, Kanada, telah membuka ke permukaan isu pelecehan seksual dalam masyarakat Yahudi Ortodoks Montreal yang selama ini selalu ditutup-tutupi.

Dalam satu nasehat yang disampaikan pada awal perkemahan musim panas, pengadilan agama Yahudi mengatakan kepada para orang tua untuk memberitahukan anak-anak tentang sentuhan yang tidak pantas, apakah dengan anak lain, keluarga, atau orang yang dihormati.

Nasehat secara tertulis itu meminta pada para orang tua agar menyampaikan kepada anak-anak supaya mereka  memberitahu para orang tua atau rabi jika terjadi insiden rabaan yang tidak pantas.

Langkah ini merupakan upaya terhadap komunitas yang telah dituduh menutup-nutupi persoalan sensitif pelecehan seksual di masa lalu.

“Itu sudah merupakan langkah besar bagi komunitas Ortodoks,” kata Diane Sasson, direktur eksekutif dari Auberge Shalom, pusat bagi perempuan dan anak-anak korban kekerasan suami-istri. “Bahwa pengadilan Yahudi mengakui adanya pelecehan seksual merupakan tanda kemajuan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tapi seorang pemerhati pelecehan seksual dalam komunitas Ortodoks mengkritik pengadilan agama yang tidak memberitahu para orang tua untuk melaporkan insiden pelecehan kepada polisi atau pihak berwenang yang menangani perlindungan anak muda.

“Pengadilan Yahudi membajak sistem peradilan pidana karena menggantikan dan merampas otoritas,” tuduh Amy Neustein, editor Tempest in the Temple: Jewish Communities and Child Sex Scandals, sebagaimana diberitakan The Gazette, Rabu (27/7).

Neustein kehilangan hak asuh putrinya yang berusia 6 tahun pada tahun 1986 setelah ia menduga mantan suaminya menganiaya anak. Sosiolog ini juga menuduh pengadilan Yahudi menutup-nutupi kasus pelecehan.

“Pengadilan agama Yahudi telah menjadi sangat mahir menghalangi keadilan,” kata Neustein dalam wawancara telepon dari Fort Lee, New Jersey.

Tapi Rabbi Saul Emanuel, direktur eksekutif Pengadilan Agama Yahudi tersinggung terhadap saran agar orang-orang seharusnya menghubungi pihak berwenang (polisi).

“Pemberitahuan tidak membahas insiden. Pemberitahuan berbicara tentang pendidikan,” katanya.

“Ada kadang-kadang insiden yang mungkin tidak tepat, sehingga orang mesti diberitahu agar waspada, untuk memastikan mereka melindungi anak-anak mereka,” katanya.

Emanuel mengatakan, itu terserah pada orang itu untuk menentukan siapa yang harus dihubungi jika insiden muncul. “Itu bukan bidang kami untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan,” katanya.

Howard Nadler, manajer penghubung di  Pusat Pemuda dan Keluarga Batshaw menyambut baik pemberitahuan dari pengadilan Yahudi tersebut, tetapi ia mengatakan, seharusnya orang menghubungi pihak yang berwenang.

“Saya menghargai pemberitahuan yang dilakukan pengadilan Yahudi tersebut,” kata Nadler. “Tapi mereka harus melaporkannya kepada (lembaga) Perlindungan Anak Muda.”

Michael Whitman, rabi senior Adath Israel Kongregasi  Poale Zedek  di Hampstead, Que., setuju dengan pendapat itu. “Meskipun insiden ini jarang terjadi, tetapi kasusnya ada, dan kita tidak seharusnya mengabaikan kasus tersebut,” katanya.

Rabi kurang pelatihan untuk berurusan dengan isu sensitif pelecehan, kata Sasson. “Mereka harus memiliki orang profesional yang bekerja dengan tepat pada mereka,” katanya.

Perdebatan terbuka yang sama terjadi pada saat New York diguncang pekan lalu oleh pembunuhan mengerikan terhadap anak 8 tahun, Leiby Kletzky, di Brooklyn, setelah diculik saat berjalan pulang dari pemukiman Yahudi.

Laporan media menunjukkan, anggota komunitas Hasidic menyembunyikan orang yang diduga menganiaya anak, dan tidak diserahkan kepada polisi.

Pada Selasa, Dewan Rabbi Amerika menyatakan, mereka yang memiliki kecurigaan atau menjadi saksi mata atas terjadinya  pelecehan atau tindakan yang membahayakan, memiliki kewajiban agama melaporkan pelecehan  ke otoritas hukum sekuler tanpa penundaan.

“Tuduhan palsu berbahaya bagi mereka yang menjadi tertuduh palsu, tetapi tidak melaporkan pelecehan atau tindakan berbahaya dapat mengancam jiwa, seperti peristiwa tragis yang baru saja terjadi,” kata dewan itu dalam pernyataannya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Santri Kampayekan Ramadhan Sebagai Madrasah Kejujuran
Tulisan selanjutnya Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tunggu Hasil Rukyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?