Hidayatullah.com–Pasukan Amerika di Afghanistan hari Senin (11/10) menghadapi tudingan menutup-nutupi kasus terbunuhnya seorang wanita pekerja sosial asal Inggris, yang baru-baru ini diketahui bahwa ternyata dia terbunuh bukan oleh Taliban.
Awalnya, sebagaimana marak diberitakan, Linda Norgrove, 36, yang ditawan pejuang Taliban di Provinsi Kunar pada 26 September lalu, dikabarkan tewas akibat ledakan bom yang dilekatkan ke tubuhnya oleh Taliban, ketika tentara sekutu berusaha membebaskannya.
Namun hari Senin, Perdana Menteri Inggris David Cameron membeberkan keterangan rinci terbaru yang menegaskan bahwa kemungkinan besar wanita itu tewas akibat granat yang dilemparkan oleh pasukan Amerika Serikat.
Seraya menggambarkan bahwa perkembangan kasus tersebut “sangat menyedihkan,” dia mengatakan bahwa dirinya diberitahu Jenderal David Patraeus, komandan AS yang memimpin pasukan NATO di Afghanistan, bahwa klaim awal sepertinya sangat keliru.
BBC yang mengutip pernyataan para pejabat menulis bahwa mereka “terkejut” sehingga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya serangan yang dilakukan.
“Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang cara kerja media AS yang telah menyebarluaskan berita secara tegas selama 48 jam bahwa wanita itu tewas di tangan penculiknya,” kata koresponden BBC di Kabul.
Meskipun demikian, Cameron rupanya lebih membela misi pasukan mereka di Afghanistan dengan mengatakan bahwa misi tersebut mendapat dukungan penuh dari Inggris. Sebelum operasi penyelamatan, komite pemerintah, Cobra, mewakili Menlu William Hague bersama AS sepakat operasi penyelamatan harus dilakukan. Keputusan itu kemudian disetujui oleh perdana menteri.
Cameron juga mengatakan bahwa penyelidikan akan segera dilakukan guna mencaritahu kejadian yang sebenarnya. Jika sudah selesai, temuannya akan disampaikan kepada publik.
Menurut BBC (12/10), tim pencari fakta AS-Inggris yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Operasi Khusus AS Mayjen Joseph Votel, akan menelusuri rekaman operasi penyelamatan yang diambil dari helikopter, pesawat tanpa awak dan juga kamera yang diletakkan di helm para prajurit di darat.
Sementara itu kepada Radio BBC 4, Betsy Marcotte, wakil presiden DAI tempat Norgrove bekerja, mengatakan bahwa dirinya tidak menyalahkan pasukan AS atas tewasnya pekerja mereka.
“Tentu ini berita yang menyedihkan, tapi bagi saya hal itu tidak mengubah apapun,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa dirinya percaya bahwa pasukan Inggris dan AS telah berusaha dengan sebaik-baiknya.
Tiga orang staf lokal yang diculik bersama Norgrove telah dibebaskan tanpa cedera pekan lalu.[di/bbc/hidayatullah.com]
foto: dailymail