Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Inggris Mati karena Granat AS, Bukan Taliban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2010 00:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan Amerika di Afghanistan hari Senin (11/10) menghadapi tudingan menutup-nutupi kasus terbunuhnya seorang wanita pekerja sosial asal Inggris, yang baru-baru ini diketahui bahwa ternyata dia terbunuh bukan oleh Taliban.

Awalnya, sebagaimana marak diberitakan, Linda Norgrove, 36, yang ditawan pejuang Taliban di Provinsi Kunar pada 26 September lalu, dikabarkan tewas akibat ledakan bom yang dilekatkan ke tubuhnya oleh Taliban, ketika tentara sekutu berusaha membebaskannya.

Namun hari Senin, Perdana Menteri Inggris David Cameron membeberkan keterangan rinci terbaru yang menegaskan bahwa kemungkinan besar wanita itu tewas akibat granat yang dilemparkan oleh pasukan Amerika Serikat.

Seraya menggambarkan bahwa perkembangan kasus tersebut “sangat menyedihkan,” dia mengatakan bahwa dirinya diberitahu Jenderal David Patraeus, komandan AS yang memimpin pasukan NATO di Afghanistan, bahwa klaim awal sepertinya sangat keliru.

BBC yang mengutip pernyataan para pejabat menulis bahwa mereka “terkejut” sehingga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya serangan yang dilakukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang cara kerja media AS yang telah menyebarluaskan berita secara tegas selama 48 jam  bahwa wanita itu tewas di tangan penculiknya,” kata koresponden BBC di Kabul.

Meskipun demikian, Cameron rupanya lebih membela misi pasukan mereka di Afghanistan dengan mengatakan bahwa misi tersebut mendapat dukungan penuh dari Inggris. Sebelum operasi penyelamatan, komite pemerintah, Cobra, mewakili Menlu William Hague bersama AS sepakat operasi penyelamatan harus dilakukan. Keputusan itu kemudian disetujui oleh perdana menteri.

Cameron juga mengatakan bahwa penyelidikan akan segera dilakukan guna mencaritahu kejadian yang sebenarnya. Jika sudah selesai, temuannya akan disampaikan kepada publik.

Menurut BBC (12/10), tim pencari fakta AS-Inggris yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Operasi Khusus AS Mayjen Joseph Votel, akan menelusuri rekaman operasi penyelamatan yang diambil dari helikopter, pesawat tanpa awak dan juga kamera yang diletakkan di helm para prajurit di darat.

Sementara itu kepada Radio BBC 4, Betsy Marcotte, wakil presiden DAI tempat Norgrove bekerja, mengatakan bahwa dirinya tidak menyalahkan pasukan AS atas tewasnya pekerja mereka.

“Tentu ini berita yang menyedihkan, tapi bagi saya hal itu tidak mengubah apapun,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa dirinya percaya bahwa pasukan Inggris dan AS telah berusaha dengan sebaik-baiknya.

Tiga orang staf lokal yang diculik bersama Norgrove telah dibebaskan tanpa cedera pekan lalu.[di/bbc/hidayatullah.com]

 

foto: dailymail

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erwin akan Hadirkan Bagir Manan dan Pemilik Playboy
Tulisan selanjutnya Avi Yakobov, Wajah Tentara Israel yang Bejat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?