Hidayatullah.com—Sebuah pengadilan di Amerika Serikat memutuskan bahwa Bradley Manning, pembocor ratusan ribu dokumen rahasia pemerintah AS, dapat mengubah namanya dan memiliki akta kelahiran baru yang mencerminkan perubahan itu.
Meskipun diperbolehkan mengganti nama dari Bradley menjadi Chelsea Elizabeth dan dianggap sebagai wanita, namun secara resmi Manning masih tetap mendekam dalam penjara pria, lansir Euronews Kamis (24/4/2014).
Manning merupakan mantan prajurit Amerika Serikat yang divonis pengadilan militer 35 tahun penjara, karena membocorkan rahasia negara ke situs pembocor segala rahasia, WikiLeaks, saat masih bertugas di Iraq.
Manning bisa mengajukan pembebasan dirinya ke pengadilan banding, apabila sudah menjalani masa hukuman selama 7 tahun.
Saat ini, Manning masih meringkuk dalam sebuah penjara di Kansas yang semua penghuninya adalah laki-laki.*