Hidayatullah.com–Pihak keamanan Tajik telah menutup sebanyak 28 masjid di perbatasan Darwaz pada hari Kamis lalu. Hal ini disebabkan adanya tekanan dari pemerintah Tajikistan terhadap kebebasan beragama. Demikian dilansir Islammemo.cc (27/11).
Kepala pemantau kegiatan keagamaan di provinsi Badakhshan, Sardar Bek mengatakan bahwa alasan penutupan masjid tersebut dikarenakan masjid-masjid tersebut tidak memperbaharui pendaftaran di kantor-kantor pemerintahan. Ia juga menambahkan bahwa sebanyak 16 masjid di daerah Vanj dan 11 masjid di daerah Margab telah berada di bawah pengawasan.
Penutupan masjid tersebut akhirnya menyebabkan jama’ah shalat dari orang-orang miskin di Darwaz harus menempuh jarak setidaknya 50 km untuk melakukan shalat Jum’at.
Para pemimpin Muslim di negara-negara Asia Tengah menegaskan bahwa pemerintah Tajikistan, melalui penutupan masjid tersebut mencoba untuk mencegah penyebaran Islam di negara itu.
Sebelumnya, Presiden Tajikistan telah memerintahkan untuk menutup masjid-masjid besar.
Penangkapan anggota-anggota gerakan Islam dan penutupan sekolah-sekolah agama juga dilakukan oleh pemerintah di negara tersebut, dengan dalih tidak ada lisensi.
Baru-baru ini Presiden Tajikistan juga menyuruh agar wanita berjilbab menanggalkan jilbabnya, dan memakai pakaian nasional. [sdz/ismm/hidayatullah.com]