Hidayatullah.com—Pihak berwenang termasuk Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) akan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi penyebaran pengaruh ajaran Syiah dan mu’tazilah yang terdeteksi dalam aplikasi digital Al-Quran. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Hamzah Zainudin.
“Masalah Syiah jelas di negara kita. Tidak perlu mengangkat dan menghangatkan masalah ini. Yang penting adalah ketika keputusan sudah diambil oleh Mufti, kita harus menerimanya,” kutip Berita Harian. “Jakim atau aparat penegak hukum pasti akan menindak,” ujarnya saat ditemui di acara perayaan Hari Raya Idul Fitri bersama Aliansi Nasional Larut di Aula DPRD Selama hari Sabtu (21/5/2022).
Jakim dilaporkan telah mendeteksi aplikasi digital Al-Qur’an yang mengandung penyimpangan atau interpretasi menyimpang, termasuk pengaruh mu’tazilah dan interpretasi berdasarkan keyakinan Syi’ah. Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Idris Ahmad mengatakan bahwa hal itu merupakan hasil studi yang dilakukan Divisi Riset Jakim tahun lalu tentang misinterpretasi dalam aplikasi digital. Jakim juga menemukan ada lebih dari 500 aplikasi Al-Quran di Google Play Store dan Apple Store di seluruh dunia.*