Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

John Butt: Dulu Hippy Sekarang Malah jadi Ulama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2011 06:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–EMPAT puluh tahun setelah mengikuti petualangan sebagai seorang hippy ke Asia Selatan, John Butt masih tinggal di kawasan ini dan masih menyebarkan pesan perdamaian dan cinta, sekarang sebagai ulama Islam. 

John kembali ke sebuah daerah di India yang penuh menara marmer. John Mohammed Butt tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Bisa Anda lihat?,” tanyanya. “Ini seperti belajar Islam di Universitas Oxford. Bagi saya menara mesjid dan kubahnya seperti menara di Oxford,\” katanya.

“Sudah 30 tahun berlalu ketika saya terakhir berada di sini dan hati saya masih tergetar. Ini almamater saya,” lanjutnya.

Yang disebut almamater itu tak lain adalah Darul-Ulum Deoband, pesantren terbesar di Asia Selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Deoband didirikan tahun 1866 oleh Muslim India yang menentang kekuasaan Inggris. Tidak banyak yang berubah di daerah ini, jalan-jalan sempit, halaman yang kecil dipadati dengan penjual teh harum, nasi panas dan lukisan Mekkah.

Dimana-mana terlihat santri, para pemuda yang membawa buku atau diam-diam membaca al-Quran.

Dan juga pemandangan seperti di Oxford, para mahasiswa yang naik sepeda.

Seorang penjual teh wangi mengenal John dan bergegas kepadanya, “John Sahib, John Sahib”

John Butt satu-satunya orang Barat lulusan Darul-Ulum Deoband

Keduanya sudah beberapa dasawarsa tidak bertemu namun pria itu masih mengenalnya. “John Sahib satu-satunya santri yang saya lihat biasa jogging,” katanya. 

“Hanya ada satu John Mohammed, unik, “lanjutnya.

Memang tidak mengherankan karena John Butt masih menjadi satu-satunya dan hanya orang Barat yang pernah lulus dari Deoband.

John menunjukkan ruangan di asrama tua, ruangan tanpa jendela dimana dia selama delapan tahun hidup seperti di pengasingan, shalat dan mempelajari al Quran.

Kagumi Quran

Namun ini hanya satu sisi dari kehidupan pria istimewa ini.

Disamping tinggal di Deoband, dia juga menghabiskan waktu dalam 40 tahun lalu tinggal diantara suku Pasthun yang mediami daerah tak bertuan antara Afghanistan dan Pakistan.

Dia datang ke sana tahun 1969, katanya, sebagai seorang hippy pengisap ganja dan tidak pernah pulang ke rumahnya.

“Ketika orang-orang memanggil saya, bekas hippy tua, saya selalu menjawab bahwa memang saya sudah tua namun saya bukan bekas hippy, saya masih seorang hippy,” tuturnya. 

Tubuh John Butt memang gampang dilihat. Tinggi badannya 1,9 meter, janggut putih panjang dan kulitnya putih.

Ketika orang-orang memanggil saya, bekas hippy tua, saya selalu menjawab bahwa memang saya sudah tua namun saya bukan bekas hippy, saya masih seorang hippy

John Mohammed Butt

Dia bercerita mengagumi Al Quran namun Stilton masih jadi keju favoritnya dan sepakbola masih dicintainya.

Bagi John, rumahnya adalah desa kecil di lembah Swatt, Pakistan.

Swatt pernah populer menjadi tujuan wisatawan namun sekarang menjadi ajang bentrokan militer Pakistan dan Taliban.

Namun tahun 1969, John muda tertambat beberapa saat di Swat yang dilukiskan sebagai pegunungan berlapis es, sungai mengalir seperti intan berlian, hutan dan padang rumput yang luas.

Daerah itu, katanya, “seperti dunia magis dan aneh Tolkien” yang dihuni suku tradisional yang “sangat menyenangkan, berlapang dada, toleran, santai dan ramah”.

Tolkien yang dia maksud adalah penulis trilogi fantasi The Lord of Rings yang juga diangkat menjadi film populer.

Ketika rekan-rekannya sesama hippy tumbuh dewasa dan pulang ke kampung halamannya menjadi akuntan dan pengacara, John tetap tinggal sehingga lancar berbahasa Pashtun dan belajar Islam.

Namun dunia John berubah akhir tahun 1980-an ketika kaum jihadis datang ke perbatasan dari seluruh dunia untuk untuk melawan Rusia di Afghanistan.

“Saya menyaksikan cara-cara hidup religius Pashtun tercemar dan teracuni khususnya oleh orang-orang Arab dari Timur Tengah,” ceritanya.

“Cara mempraktekkan Islam sangat berbeda dengan suku tradisional namun mereka menggunakan uang dan pengaruh untuk memaksakan nilai-nilai mereka,” lanjutnya.* [bbc]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Curhat” Gaji, Presiden SBY Tuai Kritik
Tulisan selanjutnya Pemerintah Akan Evakuasi TKI di Kandara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?