Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Pedofil Ternyata Bebas di Gereja Katolik Roma

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2011 19:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagai uskup agung di Utrecht Kardinal Simonis melindungi seorang pastor pedofil selama bertahun-tahun. Simonis tahu bahwa lelaki itu telah berulang kali melakukan pelecehan, namun ia tetap membantunya mendapatkan posisi baru sebagai pastor di Amersfoort. Di sana si pastor kembali melecehkan bocah-bocah lelaki. Demikian penelitian Radio Nederland, NRC Handelsblad dan acara TV Nieuwsuur.

Tahun lalu Pendeta Ron (59) dipecat oleh uskup agung Wim Eijk akibat pelecehan seksual. Sejak saat itu, ia dilarang mengerjakan tugas-tugas pastoral. Simonis, pendahulu Eijks yang menjabat sebagai uskup agung dari 1983-2007, sebelumnya tak pernah memberi sanksi.

Reaksi Simonis

Menanggapi kasus ini, Simonis menyatakan bahwa “seorang psikolog perkembangan ternama telah menyatakan aman untuk kembali mengangkat Ron sebagai pastor. Atas dasar keterangan sang psikolog, akhirnya diputuskan” bahwa pendeta tersebut dipindahkan.

Simonis mengenal Ron sejak tahun tujuh puluhan. Menurut Ron, hubungan mereka sangat baik. Sedangkan menurut Simonis, hubungan mereka “cukup baik tapi mereka tidak berteman.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengakuan

Awal tahun 90-an Simonis mendapat informasi dari Philippe Bär, uskup yang waktu itu menjabat di Rotterdam, bahwa si pastor melecehkan bocah-bocah lelaki di bawah umur di paroki Zoetermeer. Pada 1988 Hanneke Brunt (56) telah mengadukan pelecehan seksual yang terjadi pada putranya. Waktu itu Ron mengakui kejahatannya.

Kasus pelecehan ini ditutup bersyarat oleh Kejaksaan pada 1988 karena “kondisi kesehatan tersangka yang tidak memungkinkan.” Untuk mencegah tuntutan hukum, Ron tak boleh mengulangi kesalahan yang sama dalam waktu dua tahun.

Kembali terulang

Setelah kasusnya ditutup, uskup Bär di Rotterdam menempatkan Ron di Zoetermeer. Walau telah menerima peringatan dari Kejaksaan, Ron tetap mengulangi pelecehan.

Salah satu korbannya, Erwin Meester (sekarang 41 tahun) mengisahkan, “Kami jalan-jalan (…) Ia mengajak saya ke sebuah sauna. Di sana ia menggerayangi saya.”

Pada Mei 1989 Ron melecehkan tiga bocah lelaki berusia 14 tahun. Kasus ini sampai ke pengadilan. Pada Januari 1990 Ron diganjar hukuman tiga bulan penjara, vonis yang dijatuhkan ringan karena Ron bersedia mengikuti terapi psikologis.

Simonis tawarkan bantuan

Setelah Ron menjalani perawatan psikologis, uskup Bär di Rotterdam menginginkan Ron keluar dari keuskupannya. Seorang staf menulis surat pada Januari 1991 kepada keuskupan Utrecht. Ia memberi tahu bahwa Ron mencari pekerjaan. Surat itu menyinggung hubungan hangat antara Ron dan sang uskup agung:

“Kardinal Simonis mengenal Ron dengan baik.”

Sebagai jawaban dari permintaan Rotterdam, pada 1991 uskup agung Simonis mengangkat Ron sebagai pastor di sebuah paroki Amersfoort. Komunitas paroki di sana sama sekali tidak doberi tahu mengenai masa lalu Ron.

Korban Erwin Meester mengatakan, “Jika diingat-ingat, Simonis memang sengaja melindungi pendeta pedoseksual, padahal ia harusnya melindungi komunitasnya.”

Tidak Mungkin

Pada 1995 Hanneke Brunt mengetahui bahwa Ron bekerja di Amersfoort sebagai pendeta. Ia mendatangi Simonis dengan harapan bisa mencegah pelecehan terulang.

“Saya dua kali datang ke keuskupan di Maliebaan Utrecht bersama ibu saya,” kata Brunt.

“Pada kunjungan pertama Simonis menganggapnya sebagai lelucon. Hal itu pasti salah. ‘Ini tak mungkin terjadi dalam Gereja Katolik Roma. Kami tak mungkin melakukannya. Lagipula, dari mana Anda dapat cerita-cerita itu? Saya mengenalnya,’ begitu kata Simonis.”

Pada kunjungan kedua, Simonis menyuruh Brunt datang ke biro pengaduan Katolik-Roma Hulp en Recht. Pada 7 April 1997 Biro pengaduan Katolik Hulp en Recht menyatakan bahwa Gereja sama sekali tidak melakukan apa pun untuk membantu putra Brunt. Toh, menurut Hulp en Recht, gereja telah bertindak cukup untuk mencegah pelecehan terulang kembali.

Simonis menyangkal ia pernah berbicara dengan Hanneke Brunt.

Lebih Banyak Pengaduan

Pada 2007 Ron kembali berurusan dengan polisi. Dua bocah lelaki asal Amersfoort mengadukannya atas tindak pelecehan pada tahun 90-an. Ron diinterogasi, dan mengakui salah satu pelecehan.

Ia lagi-lagi lolos dari persidangan karena Kejaksaan Utrecht terlambat menerima dokumen dari polisi. Fakta-fakta di satu kasus ternyata sudah sebulan kadaluarsa. Sedangkan kasus kedua tidak bisa dibuktikan. Kasus ini ditutup September 2009.

Reaksi Simonis

Tahun lalu Simonis yang sudah pensiun menggemparkan acara TV Pauw & Witteman dengan pernyataannya soal pelecehan seksual: “Wir haben es nicht gewusst.” Kami tidak tahu. Sebuah idiom Jerman yang dulu sering digunakan Nazi jika mereka ditanya soal Holocaust. Dalam kariernya selama 38 tahun sebagai uskup dan uskup agung, ia mengaku “sangat teliti” menghadapi semua kasus pelecehan.

Menanggapi pertanyaan apakah dia sangat hati-hati berurusan dengan kasus pastor Ron, Simonis mengatakan, “Dengan apa yang saya ketahui saat itu: ya. Berdasarkan fakta-fakta yang ada, setelah perundingan intern yang hati-hati. (…) Jika sekarang nyatanya tindakan tersebut tidak cukup, semua harus diperbaiki. Dan saya menyayangkan hal itu.”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Belum Menerima Laporan Adanya Pembacokan Warga
Tulisan selanjutnya Para Kardinal Yang Tercemar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?