Hidayatullah.com — Seorang komandan batalion sukarelawan etnis Muslim Tatar Krimea meminta umat Islam untuk tidak menjadi bagian dari pasukan Rusia.
Dalam video yang tersebar luas di media sosial, Isa Akayev meminta Muslim di pasukan Rusia untuk meninggalkan jajaran mereka dan pergi sejauh mungkin.
“Saudara-saudara seimanku yang terkasih, saya meminta kalian yang ada di pasukan Rusia untuk pergi secepatnya dan sejauh mungkin. Mereka yang datang ke sini ke Ukraina, bergabunglah dengan kami. Tidak perlu bertarung di pihak Taghut Rusia,” kata Isa dalam video yang diliat Hidayatullah.com.
“Mereka mengambil tanah kami dan semua properti kami dan berupaya merampas kehormatan kami.”
https://twitter.com/doamuslims/status/1498650953934852099
Isa juga mengancam akan melawan dan membunuh mereka.
Pria yang telah melawan pasukan Rusia sejak 2014 setelah pemerintah Moskow mencaplok Krimea itu mengatakan “ada cukup tanah di Ukraina untuk mengubur semua penjajah”.
Tatar Krimea adalah orang-orang Muslim Turki, yang telah diusir dari tanah mereka oleh Rusia pada tahun 1944 dan 2014.
Mereka merupakan etnis minoritas Muslim yang berasal dari Semenanjung Krimea, di pantai utara Laut Hitam. Mereka telah diperlakukan tidak bersahabat, bahkan sampai pada pengusiran.*