Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah Dilarang Es Krim ASI Terancam Dituntut

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Maret 2011 20:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pengacara ikon pop Amerika Lady Gaga mengancam akan menyeret pembuat es krim ASI ke meja hijau, jika tidak mau mengganti nama Baby Gaga yang dipakai untuk produknya.

Mereka memberi tenggang waktu hingga hari Rabu pukul 16.00 GMT kepada The Icecreamist Ltd untuk mengganti nama prosuk es krim ASI, jika tidak ingin dituntut atas pelanggaran merek dagang. Selain itu pihak produsen dilarang membuat apapun dengan nama yang dikaitkan atau mirip dengan Lady Gaga.

Icecreamist dituding mengambil untung dan menunggangi kepopuleran Lady Gaga, yang dikenal eksentrik dan menghebohkan, dengan cara melekatkan nama Gaga pada produk es krim buatannya.

Penjualan es krim ASI terbukti laris manis begitu diperkenalkan di toko Icecreamist yang terletak di Covent Garden, London.

Namun kini menu itu tidak lagi ditawarkan, karena beberapa hari setelah peluncuran perdananya Jumat 25/2 lalu, pihak Dewan Kota Westminster menyita es krim ASI untuk diperiksa kualitas kesehatan dan keamanannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami membawa es krim untuk dijadikan sampel,” kata jurubicara pihak berwenang setempat kepada AFP (6/3). Hasil penelitiannya akan diumumkan hari Senin besok.

“Itu bukan larangan. Pemiliknya secara sukarela setuju untuk tidak mencari uang atau menjual lebih banyak produknya itu, sampai kami mendapatkan hasil pemeriksaannya.”

Dijelaskan pula oleh jurubicara itu bahwa air susu ibu dapat membawa bibit penyakit berupa virus, termasuk hepatitis.

Menurut pembuatnya, mereka menggunakan prosedur screening yang sama dengan pusat-pusat donor darah dan bank susu di London.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musharraf dapat Surat Penahanan Lagi
Tulisan selanjutnya Hasyim Muzadi: Orang Islam Pasti Marah Jika Al Quran Diubah-ubah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?