Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Pasang Badan Lindungi Qadhafi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 20 Maret 2011 17:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan orang warga Libya berbondong-bondong mengerumuni benteng Qadhafi di Tripoli hari Sabtu (19/3) untuk membentuk tameng manusia melawan serangan udara pasukan sekutu.

Percikan api terlihat di langit malam dan rakyat menembakkan serangan balasan ke udara, setelah sekutu memulai serangan udara guna mencegah pasukan Qadhafi masuk ke Benghazi.

Rakyat Libya dari berbagai umur berkumpul di kompleks Bab Al-Aziziyah, meneriakkan slogan seraya mengusung foto Muammar Qadhafi. Pengeras-pengeras suara bergaung keras mendukung dan memuji pemimpin mereka.

“Ibu dan ayah memberitahu saya bahwa mereka (pesawat-pesawat milik negara Barat) akan menyerang kompleks ini, sehingga saya datang ke sini untuk melindungi pemimpin kami,” kata bocah laki-laki berusia 10 tahun bernama Mahmud.

Pasukan negara-negara Barat membombardir wilayah sepanjang pantai barat Libya pada hari Sabtu (19/3) lewat serangan udara dan laut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pesawat-pesawat Prancis yang pertama kali membuka serangan militer sekutu atas Libya, menandai dimulainya invasi militer terbesar negara-negara Barat atas wilayah Arab sejak invasi ke Iraq tahun 2003.

Beberapa jam kemudian, kapal-kapal perang dan kapal selam Inggris dan Amerika meluncurkan lebih dari 110 rudal Tomahawk dengan target sekitar kota Tripoli dan Misrata.

Sebagaimana dilansir Reuters (19/3), pemerintah mengajak wartawan asing memasuki tempat-tempat yang biasanya tertutup untuk menunjukkan dukungan rakyat atas Qadhafi.

Di dalam kompleks militer yang menjadi sasaran bom Amerika Serikat tahun 1989, tampak banyak orang menari dan menyanyi mengelu-elukan Qadhafi. Di jendela rumah pemimpin Libya itu tampak gambar sebuah tangan meremukkan jet tempur F-16.

Aisha, putri Qadhafi, melakukan kunjungan tiba-tiba dan berdiri di atas sebuah kendaraan saat bendera dikibar-kibarkan menyambut kedatangannya oleh para pendukung Qadhafi.

“Seluruh keluarga saya ada di sini. Kami semua bertekad mati di sini untuk melindungi Libya dan pemimpin kami Qadhafi,” kata Basma Amoume, wanita 27 tahun pegawai kantor pensiunan sambil menggedong putrinya yang berusia 6 bulan.

“Kami di sini, kami siap mati untuk pemimpin kami,” kata Om Abdel Qadir, seorang guru bahasa Arab. Kata wanita itu, dia dan keenam putranya sukarela berperang untuk menbela Qadhafi.

“Meski kami tidak punya senjata, orang-orang akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk melawan. Anda akan melihat orang ada di setiap jalan, menaburkan minyak panas ke arah musuh,” kata Mahmud Al-Mansuri. Petani itu mengatakan bahwa rakyat Libya marah.

“Ada 5.000 orang dari berbagai suku yang siap datang ke sini untuk membela pemimpin kami. Mereka (AS dan sekutunya) lebih baik tidak coba-coba menyerang negara kami,” tegas Al-Mansuri.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Qaradhawi: Revolusi Bahrain Sekterarian
Tulisan selanjutnya Cara Warga Jepang Atasi Kesulitan Bencana Tsunami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?