Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Istri Presiden Mesir Tolak Dipanggil Ibu Negara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2012 00:18
Bagikan
Baginya, di Ikhwanul Muslimin, jabatan adalah amanah dan pelayan
Bagikan

Hidayatullah.com–Naglaa Ali Mahmud, istri presiden Mesir yang baru terpilih Muhammad Mursy, memang sangat berbeda dengan pendahulunya, Suzanna Mubarak. Meski keduanya sama-sama menikah dengan calon-calon presiden masa depan pada umur remaja, namun gaya Mubarak yang penuh gemerlap dan kebarat-baratan membuatnya berjarak dengan masyarakat Mesir. Kehidupan Mahmud sebagai ibu rumah tangga yang memakai abaya lebih mencerminkan perempuan kebanyakan di negara itu.

Balam sebuah wawancara  dengan Voice of America (VOA) pada masa awal kampanye presiden di rumah mereka di Edwa, sebelah Timur delta Sungai Nil, saat suaminya sedang berada di lantai atas dan cucu-cucu mereka berikut kawan-kawannya dari desa bermain di kamar sebelah, Mahmud mendiskusikan masa awal pernikahan, gerakan Al Ikhwan al Muslimun, dan apa yang akan terjadi di masa depan.

Tentang suami, yang dipanggilnya Dr. Mursy, Al Ikhwan al Muslimun, dan hidupnya sebagai istri belia dari suami yang sudah S2 di California.

“Dr. Mursy bergabung dengan Al Ikhwan al Muslimun 31 tahun yang lalu, saat kami tinggal di Los Angeles. Anggota gerakan tersebut sangat terbuka dan menjelaskan bahwa keterlibatan dalam gerakan berisiko penjara, dan salah satu hal yang penting adalah bahwa istri setuju dengan jalan hidup tersebut sehingga rumah tangga tidak goyah. Bagi kami [Ikhwan], keluarga adalah sangat penting. Jadi, jika sang istri tidak mampu menghadapi ekspektasi-ekspektasi tersebut, maka Anda tidak akan dipaksa bergabung. Dr. Mursy datang pada saya dan mengatakan bahwa Al Ikhwan  mengatakan bahwa ada risiko penjara dan hilang pekerjaan. Semua itu terjadi pada saat kami masih di Amerika. Saya katakana padanya, ”Tidak masalah. Tidak ada masalah. Mari kita jalani, Insya Allah.’”

Tentang memimpin negara, dan peran sentral Al Ikhwan al Muslimun dalam hidup mereka. Setelah terpilih menjadi presiden, Mursy secara terbuka keluar dari gerakan yang dipimpin oleh dewan syuro tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini alasannya mengapa kita memiliki banyak kekhawatiran berada dalam posisi yang bertanggung jawab atau sensitive. Kami prihatin, tidak bahagia. Kami cemas dan takut, namun tentu saja pada akhirnya kami memiliki lembaga yang bisa kami patuhi. Kami patuh pada dewan syuro dan ini adalah kewajiban kami pada Mesir saat ini.”

Sedang pesannya pada kaum Kristen Koptik (Qibthi) di Mesir.

“Saya ingin mengatakan bahwa kita ada di tanah air yang sama, keturunan yang sama. Islam tidak membedakan antara Muslim dan Kristen. Sebaliknya, kami belajar bahwa dalam Islam, umat Muslim dan Kristen memiliki hak penuh yang sama di negara yang sama. Mereka memiliki apa yang kami punya, dan kita semua memiliki kewajiban yang sama. Saya pribadi mengenal anggota masyarakat beragama Kristen, baik perempuan maupun laki-laki, dan saya bersyukur pada Tuhan, hubungan saya dengan mereka baik.”

Tentang peran sebagai ibu negara dan presiden, wanita sederhana ini justru menolak dipanggil “Ibu Negara” serta menolak pengawalan.

“Panggil saja saya istri presiden,” katanya dikutip Associated Press (AP). “Bukankah istri presiden adalah ibu negara,” ucap AP. Ia berkeras tetap ingin dipanggil Umi Ahmad, artinya Ibunya Ahmad. Ahmad adalah putra pertama pasangan ini. Kalau toh ada sebutan gelar, dia menjelaskan, dirinya tak keberatan dipanggil sebagai “pelayan masyarakat”.

Dia juga mengatakan, dalam Islam dan gerakannya di Ikhwanul Muslimin, jabatan adalah amanah dan pelayan.

”Dalam Al Ikhwan al Muslimun, kedudukan presiden dianggap sebagai pelayan nomor satu, karena presiden republik ini seharunya menjadi pelayan utama Mesir. Ia yang akan menjadi sponsor, dan ini adalah ajaran Islam. Dalam Islam, siapa saja yang memimpin dan mengelola urusan negara, seperti yang dikatakan oleh khalifah Umar Ibn al Khattab, ”jika ada unta yang jatuh di daerah Iraq, saya yang akan diminta pertanggungjawaban. Inilah Islam.”

Saat ditanya suaminya, ia menjawab, ”Ia orang yang sangat seimbang, sangat serius. Ini bukan karena ia suami saya. Tapi memang sifatnya seperti itu. Ia sangat seimbang dan rasional serta bermental politis. Saya telah menikah dengannya selama hampir 31, 32 tahun. Saya tidak bilang dia pelawak, tapi ia punya selera humor dan pandai menghibur. Ia serius di saat yang serius dan menghibur di kala susah.”

Pada penampilannya pertama di depan publik sebagai istri Presiden Mesir, ibu negara ini tetap mengenakan penutup aurat, jilbab. Penampilannya tidak dicemooh oleh banyak orang, tapi  mereka meminta agar ada pilihan lain dari jilbab yang dikenakan seperti yang biasa dipakai oleh seragam aktivis perempuan al Ikhwanul al Muslimun.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Minta Pemkot Depok Tutup Kawasan Mesum
Tulisan selanjutnya Asosiasi Pers Suriah Himbau Intervensi Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?