Hidayatullah.com–Hari Sabtu (14/5) rakyat Libya mempersiapkan pemakaman 11 imam yang terbunuh dalam serangan udara NATO di Brega.
Kesebelas imam itu terbunuh saat berkumpul Jumat pagi di kota Brega, sementara sedikitnya 50 warga sipil Libya lainnya terluka.
Menurut jurubicara pemerintah Moussa Ibrahim dalam jumpa pers Jum’at (13/5), lima dari korban yang luka dalam kondisi kritis.
Sementara itu pasukan NATO seperti biasanya mengeuarkan pernyataan bahwa serangan udara mereka ditujukan ke fasilitas militer Muamma Qadhafi.
“Bunker komando dan kontrol dihancurkan Jum’at pagi ini, karena bangunan itu dipakai oleh rezim Qadhafi untuk mengkoordinasikan serangan terhadap warga sipil Libya,” dalih NATO dalam pernyataannya.
Para imam Libya yang melakukan jumpa pers hari Jumat, menyerukan pembalasan atas tindakan NATO tersebut.*
Keterangan foto: Mayat warga sipil Libya korban serangan udara NATO di Brega. [afp]