Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hubungan Turki-‘Israel’ Penting bagi Stabilitas Timur Tengah, Kata Erdogan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juli 2021 11:28 11:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2021 11:28
Bagikan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menghubungi mitra barunya dari “Israel”. Erdogan mengucapkan selamat kepadanya karena menjabat dan menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral mereka, lansir Middle East Eye.

Erdogan berbicara dengan Presiden “Israel” yang baru dilantik Yitzak Hertzog melalui telepon pada hari Senin (12/07/2021). Selama panggilan itu, presiden Turki mengatakan dia menekankan peran penting yang dimainkan “Israel” dan Turki dalam memastikan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

Keduanya juga berbicara tentang potensi “kerja sama tinggi” di bidang energi, pariwisata dan teknologi, kata Erdogan setelah panggilan telepon.

Hertzog mengakui panggilan itu dalam sebuah tweet pada hari Senin, mengatakan kedua kepala negara “menekankan bahwa hubungan ‘Israel’-Turki sangat penting untuk keamanan dan stabilitas di Timur Tengah” dan bahwa mereka “menyetujui kelanjutan dialog untuk meningkatkan hubungan antara negara kita”.

Diskusi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Erdogan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istanbul. Setelah pertemuan itu, presiden Turki mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan itu tidak akan mungkin terjadi selama pendudukan Israel terus berlanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebuah Era Baru?

Tetapi sumber-sumber dari dalam pemerintahan Erdogan pada bulan Juni mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pemerintahan saat ini berharap bahwa era baru antara “Israel” dan Turki dapat dimulai setelah mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri.

Mengakhiri kekuasaan 12 tahun, Naftali Bennet mulai menjabat pada 13 Juni, dengan pelantikan Presiden Hertzog hanya beberapa minggu kemudian.

Hubungan antara Zionis “Israel” dan Turki paling buruk, setelah menyaksikan beberapa perselisihan dalam beberapa tahun terakhir, mengusir duta besar pada 2018 meskipun ada ikatan komersial yang kuat.

Mengakui ketidaksepakatan di masa lalu, Erdogan mengatakan komunikasi antara “Israel” dan Turki harus dipertahankan terlepas dari potensi perselisihan di masa depan.

Erdogan mengatakan upaya “Israel” untuk memperbaiki hubungan dengan Turki juga dapat memiliki efek positif pada hasil pendudukan penjajah “Israel” atas Palestina. Presiden Turki juga mencatat bahwa masyarakat internasional mengharapkan solusi dua negara yang permanen dan komprehensif dalam kerangka resolusi PBB.

Ankara telah berulang kali mengutuk pendudukan “Israel” di Tepi Barat, pengepungan Gaza dan perlakuan terhadap warga Palestina.

Berbicara tentang hubungan Turki dengan “Israel” pada bulan Desember, Erdogan menekankan bahwa masalah berada di atas pemerintahan. Dia juga mencatat bahwa “kebijakan Palestina adalah garis merah kami”.

“Tidak mungkin bagi kami untuk menerima kebijakan Palestina ‘Israel’,” katanya saat itu. “Tindakan tanpa ampun mereka di sana tidak dapat diterima.”

Hubungan yang tegang di bawah pemerintahan Erdogan memanas pada 2010 ketika pasukan komando “Israel” menyerbu Mavi Marmara, bagian dari armada yang berusaha menembus blokade penjajah “Israel” di Gaza, menewaskan delapan warga negara Turki dan seorang aktivis Amerika-Turki, sementara warga negara Turki lainnya kemudian meninggal karena luka-lukanya.

Pada 2016, kedua negara memulihkan hubungan dalam kesepakatan rekonsiliasi yang mencakup penunjukan duta besar, mengakhiri sanksi antara satu sama lain, dan Zionis “Israel” setuju untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdoganisraelTimur TengahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Studi: Alkohol Penyebab 1 dari 25 Kasus Kanker Global
Tulisan selanjutnya Prof. Wan Daud dan Budaya Ilmu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?