Hidayatullah.com–Ratusan orang turun ke jalan-jalan ibukota Tunisia menyerukan pemerintah menahan diri dari membangun hubungan diplomatik dengan Israel.
“Kematian untuk semua orang Tunisia yang mencoba untuk menormalkan hubungan dengan Israel. Kami akan mengecam mereka dan mempublikasikan nama-nama mereka,” kata Kahlaoui Ahmed yang memimpin sebuah komite menentang normalisasi hubungan antara negara itu, sebagaimana diberitakan AFP, Minggu (10/7).
Awal bulan ini, otoritas yang bertanggung jawab atas reformasi politik menyusul penggulingan Zine El Abidine Ben Ali, mengadopsi “pakta republikan” dimaksudkan untuk membentuk dasar dari sebuah konstitusi baru.
Di antara bunyi pakta terdapat ketentuan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, namun beberapa anggota penyusun konstitusi meminta untuk mengecualikan masalah itu dari dokumen.
Para demonstran mengatakan, mereka tidak bisa lagi mempercayai pemerintah saat ini dan mengancam untuk menggulingkan pemimpin yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel.
“Kita tidak bisa lagi mempercayai anggota penyusun konstitusi ini, yang meliputi akademisi yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel dan memiliki hubungan sendiri,” kata Kahlaoui.
Pemerintah Israel dan Tunisia menjalin hubungan pada tahun 1996, tetapi Tunis memutuskan semua hubungan dengan Tel Aviv setelah dimulainya intifada kedua pada tahun 2000.*