Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia Pilih Netral dalam Konflik Libya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 19 Juli 2011 07:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Berbeda sikap dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang telah mengakui Dewan Transisi Nasional pemberontak Libya sebagai pemerintah yang sah, Rusia hari Senin (18/7)  mengatakan, mereka netral dalam perang sipil tersebut.

“Kami tidak berbagi posisi ini untuk satu alasan sederhana –karena dengan pernyataan pengakuan berarti berada sepenuhnya pada salah satu sisi kekuatan politik dalam perang sipil tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada wartawan.

“Ini sekali lagi berarti bahwa mereka yang mendukung keputusan melakukan kebijakan isolasi – dalam hal ini isolasi terhadap kekuatan diwakili Tripoli,” kata Lavrow.

“Kami menolak isolasi tradisional sebagai metode untuk menyelesaikan masalah politik dalam setiap konflik.”

Menlu AS Hillary Clinton mengumumkan pengakuan para pemberontak pada hari Jumat, ketika dia berada di Turki untuk pertemuan kelompok kontak internasional di Libya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Langkah besar diplomatik tersebut kemungkinan bisa membuka blokir miliaran dolar dana Libya yang dibekukan.

Tambahan dana tunai tersebut dianggap  penting untuk kekuatan pemberontak yang tampak ‘nyala-redup” dalam mengakhiri pemerintahan 41 tahun Muammar Qadhafi, yang sejauh ini masih bertahan dari aksi pengeboman NATO yang telah berlangsung hampir empat bulan itu.

Lavrov juga menolak spekulasi media Barat bahwa Rusia sekarang siap untuk menawarkan suaka politik kepada Kolonel Qadhafi dan keluarga terdekatnya.

“Pertanyaan ini telah disampaikan berkali-kali sebelumnya, dan jawabannya adalah tidak,” kata Lavrov.

Rusia abstain dari pemungutan suara pada resolusi Dewan Keamanan PBB pada Maret lalu yang membuka jalan bagi serangan udara terhadap sasaran rezim Qadhafi di Libya dan sejak itu selalu mengkritik skala dan tujuan dari aksi NATO yang dipimpin Barat itu.

Seorang utusan Kremlin telah bertemu dengan pemberontak di kota kubu mereka, Benghazi, dan melakukan negosiasi di Tripoli untuk syarat-syarat bagi pengasingan Kolonel Qadhafi.

Sejauh ini upaya mediasi tersebut telah gagal.

Rusia, bersama dengan China, telah mengambil garis lebih lembut terhadap Kolonel Qadhafi. Keduanya diundang ke pertemuan kelompok kontak Istanbul, tetapi memutuskan untuk tidak terlibat.*

Keterangan foto: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kronologis Serangan JAT di Mojokerto
Tulisan selanjutnya IPM Akan Launcing Buku “Kado Emas Milad IPM”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?