Hidayatullah.com–Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh kembali ke Sanaa pada hari Jum’at (23/9), setelah tiga bulan menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Kepulangan Saleh yang mengejutkan itu diumumkan televisi pemerintah. Menurut sumber penerbangan Yaman, Saleh tiba di bandara di Sanaa pukul 5 pagi waktu setempat.
Saleh yang kini berusia 69 tahun dan dipaksa mundur oleh kelompok oposisi dan sebagian rakyatnya setelah berkuasa selama 33 tahun itu, dirawat di Riyadh sejak 4 Juni 2011, sehari setelah terluka dalam insiden pemboman di masjid yang terletak di lingkungan istana kepresidenan di ibukota.
Saleh sebenarnya sudah keluar dari rumah sakit sejak bulan Agustus, tapi ia memilih tinggal lebih lama di Riyadh.
Menjelang kedatangannya, sejak hari Ahad lalu setidaknya seratus orang meninggal dunia akibat bentrokan antara pasukan oposisi dan pendukung Saleh.
Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Jamal Benomar hari Rabu (21/9) mengatakan, situasi keamanan semakin memburuk dan jika kedua belah pihak enggan melakukan resolusi politik, maka resiko perang saudara mengancam Yaman.
Benomar tiba di Yaman pada hari Selasa, di mana ia dan Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk Abdullatif Al Zayani menjadi penengah dalam perundingan damai antara kedua pihak yang bertikai.
Al Zayani meninggalkan negara itu pada hari Rabu, setelah upaya konsensus politik tigak dapat diwujudkan. Menurut Al Zayani, kedua belah pihak yang bertikai tidak siap berunding.
Menurut seorang diplomat Yaman yang tidak menyebutkan namanya, hari Jum’at ini Al Zayani ditunggu di New York untuk bertemu dengan para menteri luar negeri anggota Dewan Kerjasama Teluk guna membahas krisis di Yaman dan menghadiri sidang umum PBB.*