Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Prancis Waspadai Teori Gender, Indonesia Malah Bangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2011 07:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tema femenisme dan gender banyak digandrungi di Indonesia, namun anehnya, di Prancis, di mana awal mula paham ini berdiri justru mulai ditolak.

Baru-baru ini, sebuah gereja Katolik di Prancis meminta pemerintah menghapus bab teori gender dari kurikulum pelajaran biologi sekolah menengah atas. Pasalnya, bab tersebut dinilai mendukung kaum gay, yang jelas-jelas dilarang dalam ajaran Katolik.

Dilansir dari laman Le Temps, sebagaimana dimuat VIVAnews, tujuan bab teori gender sebenarnya adalah untuk membantu remaja mengenal perbedaan identitas seksual dan identitas biologis, yang dapat dipengaruhi faktor sosial-budaya. Namun, gereja memandang hal tersebut sangat berisiko karena dianggap bisa mencerai-beraikan keluarga serta bisa mendorong para remaja menjadi homoseksual.

“Isu ini sangat serius karena bab ini mencoba melawan kodrat dan ciptaan Tuhan. Manusia dapat menganggap diri mereka sebagai pencipta, dapat memilih seksualitas mereka sendiri, dan memilih gaya hidup berdasar pilihan personal,” kata uskup Bernard Ginoux dari Montauban.

Studi gender yang mulai berkembang sejak 20 tahun lalu ini memuat topik seperti kesetaraan gender dalam politik atau dunia kerja, atau peranan wanita dalam seni dan pergerakan sosial. Namun, gereja memandang teori ini sebagai pergeseran paradigma yang mempertanyakan perbedaan seksual yang merupakan hal intrinsik dalam ilmu budaya, bahkan Vatikan menyebut teori ini berbahaya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penggunaan kata ‘teori’ juga menjadi poin lain yang jadi kontroversi. Monsignor Anatrella menganggap teori gender tak lebih dari sebuah pendapat yang tak berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan hal ini disetujui oleh 80 persen anggota partai konservatif Prancis yang menginginkan supaya bab kontroversial tersebut dihapus dari kurikulum biologi.

“Anda tidak bisa memberikan materi studi gender yang sama pada mahasiswa yang berusia di atas 20 tahun dan anak sekolah menengah. Secara psikologis dan secara manusiawi, anak sekolah menengah belum memadai untuk menerima materi itu,” kata Jean Matos yang mengetuai grup gabungan agamawan-guru-ilmuwan bentukan Gereja.

“Kami menemukan bahwa banyak guru yang tidak terlalu paham isu ini. Usaha kami berkaitan dengan kurikulum yang menghormati martabat manusia, terutama remaja yang sedang mencari jati diri sehingga mereka menjadi rentan,” tutur uskup Omellas, yang merupakan spesialis bidang bioetika. 

Di Indonesia

Sementara Eropa mulai mempertanyakan paham ini, di Indonesia, justru sebaliknya. Sebelum ini, kurikulum berbasis gender sudah diterapkan di beberapa perguruan tinggi, termasuk SMU. KTSP berbasis kesetaraan gender bahkan sudah dicoba di SMA Negeri 4 Yogyakarta.

Siti Hariti Sastriyani dalam sebuah opininya berjudul, ”Model Sekolah Berwawasan Gender,” Kedaulatan Rakyat, 21 Desember 2007 pernah menyebutkan,  Dinas Pendidikan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pernah berusaha mengimplementasikan Model Sekolah Berwawasan Gender di 4 kabupaten dan 1 kota, dengan pilot project di kecamatan Sewon (Kabupaten Bantul), kecamatan Mlati (Kabupaten Sleman), kecamatan Wonosari (Kabupaten Gunungkidul), kecamatan Pengasih (Kabupaten Kulonprogo), dan Kecamatan Umbulharjo (kota Yogyakarta).

“Untuk mewujudkan Model Sekolah Berwawasan Gender, sumber daya manusia dan komponen-komponen bidang pendidikan perlu memiliki responsif gender. Kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, komite sekolah, orangtua murid, dan masyarakat sebagai sumber daya manusia serta komponen-komponen bidang pendidikan yang berwujud kurikulum, bahan ajar, sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran harus berperspektif gender,” tulisnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes Prancis Dilempari Telur di Suriah
Tulisan selanjutnya Nabi Saja, Memperlakukan Istrinya Secara Halus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?