Hidayatullah.com–Amerika Serikat benar-benar tertulari aksi demonstrasi rakyat di Timur Tengah. Memasuki pekan kedua, polisi mulai menangkapi para pengunjuk rasa.
Untuk membuka kembali jembatan Brooklyn yang diduduki para pengunjuk rasa, polisi New York menangkap lebih dari 500 orang demonstran anti-Wall Street, Sabtu (01/10/2011).
“Lebih dari 500 orang ditangkap di Jembatan Brooklyn sore ini setelah sejumlah peringatan polisi diberikan kepada pengunjuk rasa agar tetap berada di jalur pejalan kaki,” kata seorang jurubicara polisi, Sabtu.
Penangkapan terjadi saat sejumlah besar kelompok pejalan kaki, berpartisipasi dalam aksi protes menduduki Wall Street pekan kedua. Mereka berjalan menyeberangi Jembatan Brooklyn dan menutupi arus lalulintas
“Beberapa pengunjuk rasa menaati peringatan lalu kembali ke trotoar dan tidak ditahan. Yang lain bergandengan tangan dan msuk ke jalan raya. Mereka inilah yang ditahan,” kata jurubicara itu lagi.
Jembatan dibuka kembali pada pukul 8.05 malam setelah ditutup selama berberapa jam.
Para saksi mengatakan, ketika penangkapan terjadi suasana di jembatan gantung itu sangat kacau. Sejumlah pengunjuk rasa berusah melarikan diri saat polisi mulai memborgol orang-rang. Demonstran yang sudah berhasil diborgol duduk di tepian jalan sambil menunggu kedatangan tiga bus yang kemudian mengangkut mereka pergi.
Para pengunjuk rasa itu mulai berjalan kaki pada pukul 3.30 waktu setempat dari kamp demonstran di Taman zuccotti di pusat kota Manhattan dekat bekas lokasi menara kembar World Trade Center, New York. Aktivis pengunjuk rasa bersumpah untuk menginap di taman itu selama musim dingin.*