Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Israel Kaji Sekte Yahudi “Bercadar”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2011 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pekan depan pengadilan akan memutuskan  apakah ilegal bagi warga Israel untuk menjadi anggota komunitas Lev Tahor, demikian media Israel Haaretz hari Rabu (05/10/2011) melaporkan

Jika pengadilan menetapkan praktek ajaran Yahudi dalam Lev Tahor adalah ilegal, lembaga kesejahteraan sosial akan dapat menghapuskan hak asuh anak dari orangtuanya yang berafiliasi dengan sekte itu.

Pemeriksaan terhadap komunitas Yahudi Lev Tahor oleh pengadilan Israel, berawal dari kasus yag melibatkan dua remaja perempuan berusia 15 dan 13 tahun.

Orangtua kedua gadis remaja yang tinggal di Beit Shemesh, Israel, itu mengirim mereka ke komunitas Lev Tahor di Montreal, Kanada, pada musim libur Yahudi baru-baru ini.

Namun, keduanya dihentikan oleh pihak imigrasi Kanada dan dipulangkan kembali, atas perintah pengadilan Israel.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paman kedua anak itu melapor ke pihak berwenang, karena khawatir keduanya akan disakiti, harta bendanya dirampas dan dipaksa menikah dengan pria dalam komunitas Lev Tahor, setibanya di Kanada.

Sebagaimana diketahui, Lev Tahor adalah satu cabang dari sekte ultra-Ortodoks, Hasidim. Di Beit Shemesh pengikut Hasidim diperkirakan mencapai 72.000 orang. Lev Tahor dikenal sebagai cabang dari sekte Hasidim yang paling keras.

Pria Hasidim dikenal dengan kepang rambul keriting, setelan hitam serta topi hitam dalam penampilannya sehari-hari. Sementara wanita Hasidim mengenakan kerudung hitam, rok hitam, stoking hitam, serta kain penutup hitam yang dikenakan di atas blus berwarna putih dan abu-abu.

Sedangkan wanita Lev Tahor, seluruh pakaiannya berwarna hitam, termasuk penutup wajahnya. Para wanita sehari-hari mengenakan kerudung panjang hitam seperti gaya pakaian wanita Afghanistan dan Iraq. Mereka wajib mengenakan penutup dari kepala hingga telapak kaki.

Kelompok ini percaya bahwa melihat wanita dapat memicu pria melakukan dosa. Dan tanggungjawab untuk mencegah dosa itu terjadi, juga ada pada wanita. Oleh karena itu wanita harus berpakaian tertutup.

Wanita-wanita Yahudi Lev Tahor, dinikahkan pada usia muda belasan tahun. Kebanyakan menjadi pengantin saat usia 14 tahun.

Dalam sekte itu dikenal ritual pemukulan, bagi orang-orang yang melakukan dosa.

Lev Tahor di Kanada didirkan sekitar satu dekade lalu, oleh seorang tokoh Yahudi bernama Shlomo Elbarnes.

Elbarnes pindah dari Amerika Serikat ke Kanada tahun 2001, setelah sebelumnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan AS dalam kasus penculikan anak laki-laki berusia 13 tahun yang belajar dengannya. Awalnya Elbarnes menggunakan visa sementara, tapi kemudian ia berhasil mendapatkan status pengungsi.

Elbarnes mengajak serta pengikutnya yang anti-Zionis ke Laurentians. Kelompok ini kemudian berkembang menjadi 50 keluarga di Saint Agathe, sekitar 100 km arah utara Montreal, Kanada.

Tujuan dari sekte itu adalah menerapkan kembali cara beribadah Yahudi seperti yang dipraktekkan pada masa lampau.

“Adalah penting untuk menjaga tradisi kita,” kata Elbarnes, seperti dikutip Globe and Mail (05/10/2011).

Elbarnes juga membenarkan anak perempuan di komunitasnya menikah di usia remaja, dengan pasangan yang “disarankan” bagi mereka. Namun dia membantah melakukan pemaksaan dalam pernikahan.

Meniru Muslim

Komunitas Lev Tahor kurang disukai di Israel. Mereka dinilai aneh.

“Salah satu keluarga dulu ada yang tinggal di gedung ini,” kata Yitzhak Frankel, seorang agen real estate. “Saya senang mereka pindah.”

“Tak seorangpun di sini menyukai mereka, Rabi sangat menentang apa yang mereka lakukan,” katanya lagi.

Mereka disorot terutama karena cara berpakaian para wanitanya, yang dinilai meniru cara berpakaian wanita Muslim.

Namun, dalam buku kecil yang didistribusikan oleh komunitas ini disebutkan, tradisi perempuan Yahudi ini sudah dilakukan sebelum wanita Muslim. 

“Mereka yang menirunya dari kita,” tulis buku itu.

Seorang hakim Israel, Rivka Makayes, menilai ada yang keliru dalam “cara hidup” yang dianut para orangtua dalam sekte itu dan memerintahkan kedua gadis tersebut dipulangkan ke Israel.

Namun keputusan pasti masih menunggu sidang pengadilan keluarga itu pekan depan, untuk memastikan apakah cara hidup yang dipraktekkan keluarga itu dianggap menyimpang, sehingga pengadilan harus turun tangan dalam masalah terkait anak-anaknya.

Jika hakim menetapkannya menyimpang, maka berdasarkan keputusan itu, kedua gadis remaja dari Beit Shemesh tersebut harus diserahkan ke dinas sosial, dan orangtuanya kehilangan hak asuh mereka.

Keputusan pengadilan dapat berimplikasi pada anggota sekte, di mana sekitar 300 orang anggotanya  tinggal di Beit Shemesh, 40 menit sebelah barat Yerusalem — tidak jauh tidak jauh dari tempat Daud yang diyakini orang Israel telah berjuang melawan Goliat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burqaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Spanyol Jadi Pangkalan Kapal Perang AS
Tulisan selanjutnya Ketua KWI: Kristen di Indonesia “Diserang”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?