Hidayatullah.com–Para pejabat di lokasi arkeologi Pompeii di Italia mengatakan bahwa sebagian dari sebuah dinding di lokasi bersejarah itu runtuh akibat terpaan hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Associated Press melaporkan, jurubicara Daniela Leone, Sabtu (22/10/2011), mengatakan bahwa lapisan luar dari sebuah dinding selebar dua meter yang terletak di sebelah utara reruntuhan situs kuno itu roboh.
Menurut Leone, di bagian tersebut tidak terdapat peninggalan yang artistik dan dindingnya masih berdiri. Lokasi tersebut kini ditutup untuk umum.
Tahun lalu, peristiwa serupa terjadi dua kali menimpa situs berusia 2.000 tahun itu. Sejumlah kalangan menyoroti kelalaian peran pemerintah dalam menjaga peninggalan budayanya.
Sekitar 3 juta orang dari seluruh dunia mengunjungi tempat bersejarah itu setiap tahunnya.
Pompeii adalah sebuah kota Romawi yang makmur pada zaman dulu kala. Kota itu dikenal sebagai kota pelancong. Dari lukisan-lukisan dinding yang masih bisa terlihat menunjukkan bahwa penduduk kota tersebut memuja seks bebas dan hidup dalam dunia yang materialistis dan hedonis. Pelacuran dan hubungan sesama jenis menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari penghuninya. Kota itu terimbun material vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada abad ke-79 Masehi. Mayat-mayat yang ditemukan oleh para arkeolog di kemudian hari menunjukkan bahwa bencana itu mengubur mereka hidup-hidup dan secara tiba-tiba di pagi hari.*