Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Gadis Nakusa India Ganti Nama

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 22 Oktober 2011 23:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Untuk mengembalikan harga diri dan melawan diskriminasi gender, ratusan gadis India yang memiliki nama yang berarti “tidak diinginkan” mengubah nama mereka.

Dengan mengenakan pakaian terbaik dan tatanan rambut yang rapi, lebih dari 200 gadis berbaris untuk menerima sertifikat tanda pergantian nama, berikut rangkaian bunga dari pejabat distrik Satara di negara bagian Maharashtra.

Di antara para gadis yang bernama “Nakusa” atau “Nakusi” — artinya  tidak diinginkan — itu ada yang mengganti namanya dengan “Aishwarya”, mengikuti nama artis Bollywood ternama. Ada pula yang mengambil nama dewi Hindu “Savitri.”

Beberapa gadis lainnya cukup bahagia dengan nama tradisional India, seperti “Vaishali” yang artinya makmuk, cantik dan baik.

“Sekarang di sekolah, teman-teman sekelas dan kawan-kawan akan memanggil saya dengan nama baru ini, dan ini membuat saya bahagia,” kata seorang gadis 15 tahun bernama baru Ashmita, yang artinya “sangat tanguh”. Oleh kakeknya yang kecewa dengan kelahiran dirinya, ia diberi nama Nakusa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Dr. Bhagwan Pawar, pejabat kesehatan di distrik Satara yang menggagas upacara pergantian nama itu, “Nakusa adalah nama yang sangat buruk, terlebih ada masalah diskriminasi pada perempuan.”

Salah satu faktor yang menyebabkan anak perempuan kurang disukai adalah karena budaya dan agama mereka.

Berdasarkan budaya dan agama mereka yang Hindu, mas kawin dibayarkan oleh pihak keluarga penganti wanita. Jika sebuah keluarga menikahkan anak laki-lakinya, mereka tidak hanya mendapat menantu perempuan yang bisa diperbantukan di rumah, tetapi juga mas kawin dan hadiah-hadiah perkawinan yang tidak sedikit jumlahnya.

Selain itu, hanya anak laki-laki yang boleh mengatur pemakaman orangtua mereka.

Oleh karena kelahiran anak perempuan dalam masyarakat India tidak terlalu diharapkan, maka banyak janin berkelamin perempuan digugurkan oleh orangtuanya. Akibatnya, jumlah penduduk perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki.

Menurut Associated Press (22/10/2011), secara nasional rasio anak perempuan dan laki-laki di India turun dibanding satu dekade lalu. Dulu ada 927 anak perempuan untuk setiap 1.000 anak laki-laki berusia di bawah 6 tahun. Sekarang untuk setiap seribu anak laki-laki terdapat 914 anak perempuan.

Negara bagian Maharashtra perbandingannya di bawah itu. 883 anak perempuan untuk tiap seribu anak laki-laki. Sedangkan di distrik Satara lebih rendah lagi, yaitu 881 anak perempuan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinding di Pompeii Runtuh Lagi
Tulisan selanjutnya Menkes: Tidak Mudah Menghibahkan Uang Keluar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Berita
7 Juli 2026 19:55
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?