Hidayatullah.com–NATO mengatakan sedang mempertimbangkan penutupan misi pelatihan militernya di Iraq pada akhir bulan ini.
Para pejabatnya mengatakan, pembicaraan tentang perpanjangan misi selama 8 tahun terganjal dengan status imunitas bagi para pelatih militer asing, sebuah isu yang mendorong rencana untuk mempertahankan personel militer AS yang tersisa di negara itu.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat dan para sekutunya menginginkan agar personel militer mereka yang berada di Iraq, setelah penarikan pasukan, mendapatkan kekebalan diplomatik dan tidak akan bisa dijerat hukum kriminal selama berada di Iraq. Permintaan ini tidak disetujui oleh pemerintah Baghdad.
NATO mengatakan dalam sebuah pernyataannya, Senin (12/12/2011), meskipun negosiasi tentang perpanjangan masa program pelatihan militer itu belum sempurna dan tidak mungkin mencapai kesepakatan pada saat sekarang ini, para pengurus di lembaga itu akan segera membuat keputusan terkait masalah tersebut.
NATO menempatkan 130 penasehat militer dari 13 negara anggota dan Ukraina dalam misinya di iraq. Demikian dilansir Associated Press.*