Hidayatullah.com—Kelompok pejuang Palestina, Hamas menilai penutupan gerbang al-Magharibah sebagai awal agresi Zionis Israel ke Masjid al-Aqsha. Hamas meminta kepada negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan tegas atas langkah Zionis itu.
“Langkah berbahaya Israel tersebut menunjukkan bahwa Zionis tengah memulai konspirasinya ke Masjid al-Aqsha secara nyata,” ujar juru bicara gerakan Hamas, Fauzi Barhum pada Televisi al-Alam, Senin (12/12/2011).
Barhum menegaskan, kondisi itu mengharuskan bangsa Arab dan umat Islam untuk waspada dan mengambil langkah konkrit guna menghentikan aksi-aksi berbahaya Israel.
Di tempat terpisah, gerakan al Ikhwan al Muslimun di Yordania, Senin menyatakan bahwa penutupan jembatan gerbang Maghoribah yang menghubungkan dengan Masjidil Aqsha di kota tua di Al-Quds merupakan serangan nyata terhadap tempat suci di Al-Quds.
Humam Said, Pengawas Umum Ikhwan menyatakan, langkah ini sangat berbahaya. Ia menegaskan tidak ada solusi selain perlawanan menghadapi Israel sampai tempat suci dibebaskan dan membebaskan negeri Palestina dari serangan nyata ini.
Langkah ini merupakan penyempurnaan yahudisasi negara, dan itu tidak akan terealisir kecuali dengan merobohkan Masjidil Aqsha. Israel selalu memusuhi, membuat makar dan merencanakan yahudisasi Palestina secara menyeluruh.
Said menganggap langkah ini sebagai tamparan di wajah penguasa Arab, terutama mereka yang memiliki kesepakatan dan perjanjian damai dengan Yahudi.
Yordania memperingatkan supaya Israel tidak menodai tempat suci Islam di Al-Quds yang justru akan mendorong kaum muslimin di seluruh dunia berang yang akan melahirkan kekerasan yang tidak berakhir.
Seperti diketahui, hari Senin (12/12/2011) Zionis-Israel melakukan penutupan jembatan menuju kompleks Al Haram Al Syarif, dengan alasan kondisinya tidak aman untuk dilewati, setelah upaya penghancurannya dibatalkan karena takut memicu kemarahan orang Arab, lansir Reuters.
Jembatan kayu itu dibangun oleh pemerintah Zionis pada tahun 2004, setelah badai dan gempa menghancurkan jembatan batu yang menghubungkan tembok sebelah barat kompleks Masjid Al Aqsha –diklaim Yahudi sebagai Tembok Ratapan– dengan lokasi berdirinya Masjid Al Aqsha dan Kubah Al Shakhrah.
Jembatan itu mulanya diperintahkan dihancurkan oleh PM Benjamin Netanyahu bulan lalu. Tapi, ditunda setelah mendapat saran dari para diplomat Israel dan pejabat kemananan, mengingat di kawasan Arab, terutama Mesir, masih terjadi gejolak aksi demonstrasi rakyat dan kebangkitan kelompok Islam.*