Hidayatullah.com–Penyelundupan dan perdagangan narkoba di Eropa meningkat akibat globalisasi dan teknologi, kata Europol dan badan antinarkoba Uni Eropa dalam laporan terbarunya.
Mereka mendapati bahwa orang Eropa menghabiskan uang sedikitnya €30 miliar pertahun untuk narkoba. Angka itu naik €6 miliar dari laporan sebelumnya yang dirilis tahun 2016, dan menjadikan pasar Eropa sebagai sebuah sumber pendapatan besar bagi kelompok-kelompok kejahatan terorganisir.
Dari uang miliaran euro itu, sekitar 39% dipakai untuk membeli ganja, kemudian 31% untuk kokain dan 25% untuk heroin.
“Narkoba sekarang ini semakin mudah didapatkan oleh konsumen Eropa, seringkali lewat media sosial dan internet. Laporan hari ini sekali lagi membuktikan bahwa pasar obat-obatan terlarang masih merupakan ancaman bagi kesehatan dan keamanan warga negara kita,” kata Dimitris Avramopoulos, European Commissioner for Migration, Home Affairs and Citizenship, seperti dilansir Euronews Rabu (27/11/2019).
Laporan tersebut memperingatkan bahwa kelompok-kelompok kriminal terorganisir dapat mengeksploitasi pasar yang sekarang secara global semakin terkoneksi dengan bantuan teknologi.
“Laporan ini jelas merupakan peringatan bagi para pembuat kebijakan untuk segera menanggapi masalah pasar narkoba yang berkembang pesat, semakin global dan terhubung secara digital,” kata Alexis Goosdeel, direktur badan antinarkoba Uni Eropa yang secara resmi disebut European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction.
Aplikasi-aplikasi pengiriman pesan, media sosial dan “darknet market” (pasar gelap di internet), semuanya memfasilitasi perdagangan narkoba, kata badan-badan Uni Eropa itu.
Badan antinarkoba UE tersebut awal tahun ini memperingatkan “Uberisasi” pasar narkoba termasuk kemudahan perdagangan narkoba di internet.
Laporan itu juga memaparkan penggunaan narkoba di kawasan Uni Eropa.
Diperkirakan 25 juta warga Eropa berusia 15 tahun sampai 64 tahun pernah menggunakan ganja tahun lalu. Empat juta orang Eropa dalam kelompok usia yang sama mengaku pernah menggunakan kokain tahun lalu.
Kokain yang disita aparat naik dua kali lipat pada tahun 2017 menjadi 140 ton atau naik 71 ton dari tahun sebelumnya.
Kokain tersebut kebanyakan datang dari Amerika Latin, dan penangkapan narkoba yang ditujukan untuk pasar luar Eropa juga meningkat, yang berarti Eropa menjadi “transit dan perlintasan” jalur perdagangan narkoba bagi pasar lain.
Opioid (terutama jenis heroin), dipergunakan oleh sekitar 1,3 juta orang dan kebanyakan diselundupkan dari kawasan Balkan.
Sekitar 1,7 juta warga Eropa pernah mencoba amphetamine atau methamphetamine.Sementara 2,6 juta orang pernah menggunakan pil ekstasi, menurut laporan tersebut, meskipun pasar obat-obatan itu hanya mencakup sekitar 5% dari total pasar narkoba.*