Hidayatullah.com–Antara tahun 2005 dan 2010 masjid-masjid di Belanda dirusak ratusan kali, tapi pada saat yang sama polisi nyaris tidak pernah menangkap pelaku perusakan.
Menurut pemelitian yang dilakukan Ineke van der Valk, dalam kurun waktu tahun 2005-2010 sebanyak 117 kali masjid di Belanda dirusak orang tidak bertanggungjawab. Aksi vandalisme itu dilaterbelakangi oleh kebencian terhadap Islam. Demikian kata peneliti sosial tersebut dalam acara Argos di radio Protestan liberal VPRO, seperti dilansir Radio Nederland (30/12/2011).
Dalam 43 kasus, masjid-masjid dicorat-coret dengan slogan dan simbol-simbol yang melecehkan. Dalam 37 kasus masjid-masjid mengalami kerusakan fisik bangunan.
Parahnya, dalam 99 kasus polisi Belanda sama sekali gagal untuk menangkap tersangka pelaku perusakan.
Sementara itu di Amerika Serikat, dalam periode yang sama terjadi 42 kasus perusakan masjid.
Di negeri kincir angin itu, terdapat sekitar 450 masjid. Kebanyakan kasus perusakan masjid terjadi di luar kota-kota besar.
Negara bekas penjajah Indonesia tersebut memiliki populasi lebih dari 16,6 juta jiwa. Sekitar 5 persen warganya diyakini adalah penganut agama Islam, 44 persen penganut Kristen dan lebih dari 41 persen adalah agnostik.
Berdasarkan persentase jumlah penduduknya, Belanda menjadi negara paling banyak dihuni oleh Muslim kedua di Eropa. Prancis menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar di Eropa, dengan jumlah Muslim-nya 9 persen dari total populasi.*