Hidayatullah.com–Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (30/01/2012), mengatakan bahwa Damaskus setuju untuk mengadakan pembicaraan informal dengan oposisi di Moskow. Namun Dewan Nasional mensyaratkan supaya Presiden Basyar Al-Assad turun dari kekuasaannya sebelum diadakan perundingan apapun. Demikian dilansir Al-Jazeera.
Sementara itu, diplomat Prancis mengatakan bahwa rancangan resolusi Arab-Barat setidaknya memiliki dukungan sepuluh anggota Dewan Keamanan.
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya pada hari Selasa (31/01/2012), dalam upaya untuk mendorong resolusi Arab-Barat terhadap Suriah. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague juga akan menghadiri pertemuan itu untuk mendukung resolusi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa mereka mengusulkan kepada pihak oposisi Suriah untuk mengirimkan perwakilan mereka ke Moskow untuk mengadakan pembicaraan tidak resmi dengan Damaskus. Usulan Rusia tersebut mendapatkan respon positif dari pemerintah di Damaskus, serta berharap agar pihak oposisi juga bersedia menerimanya.
Kementerian Rusia yakin bahwa bentuk pembicaraan seperti yang mereka usulkan tersebut sangat diperlukan untuk menghentikan kekerasan di Suriah dan untuk menghindari pertumpahan darah.
Di sisi lain, ketua Dewan Nasional Suriah Burhan Ghalioun menekankan bahwa pihak oposisi tidak akan melakukan negosiasi apapun dengan rezim Suriah sebelum Al-Assad turun dari kekuasaannya.
Dalam menanggapi pernyataan Moskow, Ghalioun mengatakan, “Turunnya Al-Assad adalah syarat negosiasi apapun untuk transisi ke pemerintahan yang demokrasi.”*