Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Palau Melarang Krim Tabir Surya yang Berbahaya Bagi Kehidupan Laut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Januari 2020 19:02 7:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Januari 2020 19:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Palau negara mungil di kawasan Samudera Pasifik menjadi negara pertama di dunia yang melarang krim tabir surya yang dapat membahayakan koral dan kehidupan laut.

Terhitung hari Rabu 1 Januari 2020, krim tabir surya yang mengandung bahan beracun seperti oxybenzone tidak boleh dipergunakan atau dijual di negara itu.

Presiden Palau Tommy Remengesau berkata, “Kita harus hidup dan menghormati lingkungan karena lingkungan adalah tempat hidup kita.”

Negara kepulauan itu memasarkan diri sebagai “surga perawan” bagi para penyelam.

Sebuah laguna di Rock Islands, Palau, merupakan situs Warisan Dunia Unesco. Negara yang terletak di utara Papua itu memiliki populasi sekitar 20.000 yang tersebar di ratusan pulau kecil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Larangan tersebut, yang diumumkan pada 2018, melarang krim tabir surya yang mengandung satu atau lebih sepuluh bahan berikut: Oxybenzone (benzophenone-3), Ethyl paraben, Octinoxate (octyl methoxycinnamate), Butyl paraben, Octocrylene, 4-methyl-benzylidene camphor, Benzyl paraben, Triclosan, Methyl paraben, Phenoxyethanol.

International Coral Reef Foundation mengatakan bahan-bahan kimia terlarang itu “diketahui sebagai pencemar lingkungan, yang kebanyakan dari mereka …. sangat beracun bagi banyak spesies alam liar yang baru tumbuh.”

“Ketika sains mengatakan kepada kita bahwa praktik itu merusak batu karang, populasi ikan, atau bagi samudera itu sendiri, rakyat kami menyimaknya dan demikian pula (seharusnya) para pengujung kami,” kata Remengesau kepada AFP seperti dilansir BBC Selasa (31/12/2019).

“Bahan-bahan kimia tabir surya ditemukan di seluruh habitat Palau yang kritis, dan di kulit mahluk-mahluk yang paling kita kenal.”

“Kami tidak keberatan menjadi negara pertama yang melarang bahan-bahan kimia ini, dan kami akan melakukan tugas bagian kami untuk menyebarkan pesan itu,” kata Presiden Remengesau.

Jumlah krim tabir surya mengandung bahan kimia berbahaya menurun. Pada tahun 2018, para pakar mengatakan bahan berbahaya ditemukan di setengah produk krim dan losion.

Ketika negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, mengumumkan larangan serupa yang berlaku efektif mulai 2021, merk-merk besar buru-buru mengatakan bahwa produk mereka ramah lingkungan tidak merusak batu karang.

Selain Palau dan Hawaii yang juga mengumumkan larangan serupa adalah Virgin Islands (teritori AS) yang berlaku efektif pada Maret 2020, serta Pulau Bonaire di Kepulauan Karibia (teritori Belanda).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HawaiikoralPalautabir surya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DMI Imbau Masjid-masjid Dijadikan Penampungan Korban Banjir
Tulisan selanjutnya Menkes Malaysia Larang Penjualan Headphone Pengontrol Gula Darah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?