Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayoritas Rakyat Mesir Menentang Bantuan Amerika

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 7 Februari 2012 11:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jajak pendapat oleh Gallup pada Desember 2011 menunjukkan bahwa mayoritas rakyat menentang bantuan ekonomi dari Amerika Serikat kepada Mesir dan jumlah yang sama menentang pemberian bantuan langsung dari AS kepada lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Penentangan atas bantuan dari Amerika Serikat ini kemungkinan menjadi tantangan bagi parlemen yang baru terpilih dan presiden Mesir di masa datang, sebab negara sedang berusaha menstabilkan keadaan ekonomi dalam negeri, kata Gallup dalam pernyataannya di website mereka, Senin (06/02/2012), sebagaimana dikutip Al Mishry Al Yaum.

Survei dilakukan dengan menanyai 1.077 orang pada bulan Desember 2011.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa 71 persen rakyat Mesir menentang bantuan ekonomi Amerika Serikat dan 74 persen menentang bantuan langsung AS kepada organisasi-organisasi non pemerintah di Mesir.

Bantuan AS ke Mesir mencapai lebih dari USD1 milyar setahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jajak pendapat juga menunjukkan, mayoritas rakyat Mesir, sebanyak 86 persen, lebih menyukai jika negaranya menerima bantuan dari negara-negara Arab. Sementara yang tidak menyukainya sebanyak 28 persen.

Persentasi penolakan terhadap bantuan AS dan preferensi terhadap bantuan negara Arab yang hampir sama kemungkinan merupakan refleksi dari tekad yang dinyatakan negara-negara Arab untuk membantu membangun kembali perekonomian Mesir.

Penolakan dan preferensi bantuan dari organisasi-organisasi internasional kepada Mesir menunjukkan persentasi yang tidak terlalu jauh berbeda. Sebanyak 50 persen warga bersedia jika Mesir mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga internasional, sementara 42 persen lainnya menolak bantuan dari organisasi-organisasi asing.

“Para pemimpin militer dan politik Mesir pada awalnya menolak bantuan Dana Moneter Internasional (IMF), tapi kemudian mereka mengubah pikirannya,” tulis Gallup.

Bulan lalu, direktur IMF untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah Massoud Ahmad datang ke Kairo untuk membicarakan kemungkinan pinjaman sebesar USD3,2 milyar untuk Mesir.* 

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kita dan Rumah Seribu Cermin
Tulisan selanjutnya Salafy Yaman Hendak Dirikan Parpol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?