Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menghadapi Syiah Lebih Susah dari Penganut Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Maret 2012 11:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Belum lama ini, sebuah acara diskusi ilmiah tentang Syiah diikuti mahasiwa dan mahasiswi Indonesia di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kualalumpur.

Dalam diskusi ilmiah bertema ”Memahami Kelainan Sy’iah” yang diselenggarakan oleh IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor Cabang Malaysia dan ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) menghadirkan Henri Shalahuddin, MA,  peneliti INSISTS (Institute for Teh Study of Islamic Thought and Civilizations).

Dalam makalahnya, Henri memaparkan beberapa bukti standar ganda yang dilakukan kaum Syiah. 

Di antara yang dipaparkan Henri adalah sebuah buku yang ditulis Emilia Renita, seorang pendakwah Syi’ah berjudul “40 Masalah Syi’ah”.

Renita, dalam buku itu menyatakan, bahwa tujuan dia menulis bukunya bukan untuk menghujat, menyerang dan mengkafirkan Ahlussunnah. Pernyataannya ini diperkuat oleh suaminya, Jalaluddin Rahmat. Dalam pengantarnya, ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) ini yang bertindak sebagai editor buku tersebut mengaku bahwa salah satu tujuan ditulisnya buku istrinya itu adalah untuk menumbuhkan saling pengertian di antara mazhab-mazhab dalam Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Untuk menguatkan pendapatnya, Emilia bahkan memaparkan bahwa penafsiran para ulama Syi’ah yang menulis kitab-kitab tafsir “Tafsir al-Shafi”, “Majma’ al-Bayan”, “al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an” dan “al-Bayan fi Tafsir” tehadap surat Al-Hijr ayat 9 yang artinya; “Sesungguhnya Kami menurunkan peringatan (al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” yang dinilai menguatkan jaminan Allah dalam menjaga al-Qur’an

Hanya saja masalahnya, menurut Henri, di satu sisi mereka menyatakan demikian, namun di sisi lain banyak buku-buku Syiah secara aktif dan provokatif menyebarkan paham kebencian kepada sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم).

Soal Tahrif

Beragam penyesatan terhadap ajaran Ahlussunnah, termasuk menuduh para ulama Sunni membenarkan adanya tahrif dalam al-Qur’an dengan menjungkirbalikkan makna beberapa Hadits yang diyakini kesahihannya oleh kaum Sunni, demikian ungkap Henri.

Dalamnya bukunya, Emilia juga membantah adanya tahrif (penambahan dan pengurangan) al-Qur’an dalam aqidah Syi’ah dan menyatakan bahwa pendapat tahrif di kalangan ulama Syiah adalah lemah. Namun pernyataan ini ditampik Henri.

Padahal menurut Henri, “Sejak dulu sampai sekarang para ulama Syi’ah menolak adanya tahrif dalam al-Qur’an.“ 

Namun Henri membuktikan bantahan dan pemaran Emilia ini sangat berbeda dengan kenyataan.

Dua kitab tafsir “Tafsir al-Shafi” karya al-Faidh al-Kasyani dan “Majma’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an”  karya Abu ‘Ali al-Thabarsi ternyata di dalamnya terdapat penambahan lafadz asing dalam ayat Kursi.

Henri menemukan, setelah lafadz: “Lahu ma fi l-samawati wa ma fi l-ardh”, ada penambahan lafadz: “Wa ma baynahuma wa ma tahta l-tsara ‘alim al-ghayb wa l-syahadah al-rahman al-rahim.”

Standar ganda bukan hanya dilakukan Emilia yang sekadar pendakwah, namun juga dilakukan ulama besar Syi’ah kebanggaan tokoh-tokoh Syi’ah sedunia yang bernama Abul Qasim al-Khuiy (1317H/1899M-1984M) yang menulis kitab tafsir “al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an.

Di dalam satu kitab yang sama tersebut beliau melakukan dua hal yang bertolak belakang. Di satu tempat beliau dia menolak tahrif dalam al-Qur’an dengan menjelaskan dalam satu fasal khusus tentang keterjagaan al-Qur’an dari tahrif (shiyanatul Qur’an min al-tahrif) dengan menulis di bagian akhir: “Seperti yang telah kami sebutkan (sebelumnya), sungguh menjadi jelaslah bagi para pembaca bahwa Hadits-Hadits yang berbicara tentang tahrif dalam al-Qur’an adalah Hadits khurafat dan khayalan belaka yang hanya diucapkan oleh orang yang lemah akalnya…” .

Namun di bagian lain beliau meyakini adanya tahrif dengan menulis; “Sesungguhnya banyaknya periwayatan yang menyebutkan adanya tahrif dalam al-Qur’an diwarisi secara meyakinkan, yang sebagiannya muncul dari orang-orang yang maksum (imam-imam Syiah, pen)… dan sebagiannya diriwayatkan dengan jalan yang terpercaya”. (al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, hal. 226).

Henri menyimpulkan, standar ganda ini adalah bagian dari taqiyyah kaum Syi’ah.

“Karena adanya taqiyyah, menghadapi kaum Syi’ah lebih susah dari pada menghadapi Islam Liberal”, ujarnya.*/Abdullah al Mustofa, Lumpur, Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MalaysiaMedia Islamold migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kunci Surga Itu Bernama Kesetiaan
Tulisan selanjutnya Salafy Yaman Berkumpul Bahas Parpol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?